Indonesia Keluar dari PBB (1965)

indonesiaIndonesia pertama kali masuk menjadi anggota PBB pada masa kabinet Moh Natsir yakni tepatnya pada 28 Spetember 1950. Indonesia menjadi negara ke-60 dalam organisasi yang diprakarsai oleh perdana menteri Inggris, Winston Churchil dan Perdana Menteri Amerika Serikat, Franklin Delano Rosevelt berdasarkan Atltantik Charter. Indonesia bergabung dengan PBB dikarenakan memiliki kesamaan prinsip yaitu menjadi perdamaian dunia, sesuai dengan politik luar negeri Indonesia, bebas-aktif.

Pada masa mempertahankan kemerdekaan, PBB memiliki beberapa peranan dalam menyelesaikan konflik antara Indonesia dan Belanda. sebagai contoh pembentukan Komisi Tiga Negara (KTN) dan berganti menjadi UNCI saat Belanda mengadakan Agresi Militer Belanda I dan Agresi Militer Belanda II. Kemudian PBB terlibat dalam berbagai perundingan yang dilakukan oleh Indonesia dan Belanda, dan pada puncaknya pada saat Konferensi Meja Bundar yang mana Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia.

Hubungan Indonesia dengan PBB kemudian mengalami kerenggangan pada masa Demokrasi Terpimpin. Indonesia menolak pembentukan negara federasi Malaysia yang dibentuk oleh Inggris. Pembentukan negara Malaysia mengancam ketahanan revolusi Indonesia. Menurut presiden Soekarno, pembentukan negara federasi Malaysia merupakan neo-kolonialiasme Inggris yang ingin mengepung posisi Indonesia. Oleh karena itu Indonesia melakukan perlawanan terhadap rencana pembentukan negara Malaysia. Hal itu dilakukan dengan jalan diplomasi yakni melalui sidang PBB dan mencapai puncak dengan pengumuman Dwikora.

Konflik dengan Malaysia ini tidak mendapatkan tanggapan serius dari PBB. Indonesia merasa bahwa PBB hanya menjadi alat negara-negara besar untuk memaksakan kehendaknya terutama negara-negara yang memiliki hak veto. PBB sudah menyimpang dari tujuan awal yakni menjaga perdamaian dunia, akan tetapi menjaga kepentingan dari negara-negara besar. Indonesa kemudian memutuskan untuk keluar dari PBB. Sebab khusus yang menyebabkan Indonesia keluar dari PBB adalah penetapan Malaysia menjadi salah satu anggota dewan keamanan tidak tetap PBB. Keputusan ini mencoreng citra Indonesia yang dari awal tidak menghendaki pembentukan negara Malaysia.

Secara resmi Indonesia keluar dari PBB diumumkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 7 Januari 1965

Please follow and like us:
0

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *