Kerajaan Islam di Indonesia (3)

indonesia timurDi Indonesia bagian timur, penyebaran agama Islam salah satunya disebarkan melalui jalur perdagangan. Salah satu tempat penting di Indonesia timur adalah Maluku. Kepulauan Maluku merupakan tempat penghasil rempah-rempah terbesar di Indonesia karena itu mendapatkan sebutan the Spicy Island. Sambil berdagang, pedagang dari daerah lain yang sudah memeluk Islam juga turut menyebarkan agama Islam. Penyebar agama Islam yang intensif ke Indonesia timur adalah dari pesantren Giri, Jawa Timur.

Di Indonesia timur juga muncul berbagai kerajaan yang bercorak islam, antara lain:

Kerajaan Ternate dan Tidore

  • Kerajaan Ternate dan Tidore terletak di kepulaun Maluku.
  • Ternate masuk dalam persekutuan Uli yang mencangkup Ternate, Obi, Bacan, Seram dan Ambon.
  • Tidore masuk dalam persekutuan Uli Siwa yang mencangkup sembilan wilayah antara lain Tidore, Makayan, Jailolo, Halmahera dan pulau-pulau kecil yang berada di kepulaun Maluku hingga Papua Barat.
  • Kerajaan Ternate didirikan tahun 1257 dengan Kolano (raja) pertama bernama Baab Mashur Malamo (1257-1272).
  • Sultan Zainal Abidin (1486-1500). Beberapa langkah yang diambil adalah meninggalkan gelar Kolano dan menggantinya dengan Sultan, Islam diakui sebagai agama resmi kerajaan, syariat Islam diberlakukan, membentuk lembaga kerajaan sesuai hukum Islam dengan melibatkan para ulama. Langkah-langkahnya ini kemudian diikuti kerajaan lain di Maluku secara total, hampir tanpa perubahan. Sultan Zainal Abidin pernah memperdalam ajaran Islam dengan berguru pada Sunan Giri di pulau Jawa,
  • Pada tahun 1512, bangsa Portugis datang ke Ternate, sedangkan tahun 1521 bansa Spanyol datang ke Tidore.
  • Kerajaan Tidore terkenal dengan rajanya yaitu Sultan Nuku
  • Pada saat Portugis dan Spanyol di Maluku, terjadi pertentangan antara Ternate dengan Tidore. Ternate dibantu oleh Portugis, sedangkan Tidore dibantu oleh Spanyol.
  • Portugis dengan Spanyol kemudian melakukan Perjanjian Saragosa yang salah satu isiny adalah Potugis tetap di Maluku, sedangkan Spanyol kembali ke Philipina.
  • Portugis datang ke Maluku dipimpin oleh Fransisco Serrao, atas persetujuan Sultan, Portugis diizinkan mendirikan pos dagang di Ternate. Portugis mendirikan Benteng yang diberi nama Sao Paolo. Portugis kemudian memaksa monopoli perdagangan.
  • Sultan Khairun (1534-1570) bertekad mengusir Portugis dari Maluku, ketika diambang kekalahan, secara licik Gubernur Portugis, Lopez de Mesquita mengundang Sultan Khairun ke meja perundingan dan akhirnya dengan kejam membunuh Sultan yang datang tanpa pengawalnya.
  • Sultan Baabullah (1570-1583), pos-pos Portugis di seluruh Maluku dan wilayah timur Indonesia digempur, setelah peperangan selama 5 tahun, akhirnya Portugis meninggalkan Maluku untuk selamanya tahun 1575

Kerajaan Gowa Tallo / Makasar (abad 17)

  • Kerajaan Gowa dan Tallo adalah dua kerajaan yang terletak di Sulawesi Selatan dan dikenal dengan nama Kerajaan Makasar
  • Islam di Maluku disebarkan oleh Dato Ri Bandang dari Sumatera
  • Sultan Alaudin adalah raja pertama yang memeluk agama Islam
  • Masa kegemilangan dari pada saat Sultan Hasanuddin berkuasa
  • Kerajaan Makassar berhasil menguasai kerajaan-kerajaan kecil di Sulawesi Selatan, yaitu Ruwu, Wajo, Soppeng, dan Bone.
  • Keinginan Sultan Hasanuddin yang ingin mengusai perdagangan, akhirnya berbenturan dengan kepentingan VOC.
  • VOC membantu Aru Palaka raja Bone untuk melawan Sultan Hasanuddin. Hal ini menunjukan lagi bagaiamana ampuhnya taktik devide et impera. Pada akhir peperangan, Sultan Hasanuddin kalah dan harus menandatangani Perjanjian Bongaya
  • Perjuangan rakyat Makasar dalam menentang VOC kemudian dilanjutkan oleh Mapasomba
  • Atas kegigihannya dalam melawan VOC, Sultan Hasanuddin mendapatkan julukan Ayam Jantan dari Timur.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *