Konferensi Inter Indonesia

sultan hamid IIBerdasarkan hasil perundingan Roem-Royen, maka akan dilakukan Konferensi Meja Bundar. Untuk memantapkan langkah RI dalam menghadapi Belanda di KMB pada tanggal 19 Juli 1949 RI mengadakan pendekatan dan koordinasi dengan (Bijeenkomst Foor Federal Overlaag (BFO) atau Musyawarah Negara-negara bagian Buatan Belanda. Perlu kita ingat, setelah kembali ke Indonesia, Belanda mendirikan negara-negara boneka dengan tujuan memecah belah kesatuan Republik Indonesia. Akan tetepai usaha tersebut tidak sepenuhnya berhasil.

Hasil terpenting dalam pertemuan ini adalah RI dan BFO sepakat untuk bersama sama menghadapi Belanda dalam KMB. Hal-hal yang dibicarakan pada Konferensi Inter Indonesia adalah:

  1. Negara Indonesia Serikat berganti nama menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan bendera kebangsaan Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, bahasa nasional bahasa Indonesia, dan tanggal 17 Agustus sebagai hari nasional.
  2. Susunan Negara Serikat akan dibentuk
  3. Bentuk kerja sama antara RIS dan Belanda dalam perserikatan UNI
  4. Sokongan BFO mengenai tuntutan RI atas penyerahan kedaulatan tanpa ikatan politik maupun ekonomi.
  5. Bidang kemiliteran dengan keputusan:
    1. Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) adalah angkatan perang nasional
    2. TNI menjadi inti APRIS dan akan menerima anggota-anggota Koninklijke Netherland-Idies Leger (KNIL) dan Veigligheids Batlyons (VB) dan kesatuan Belanda lainnya dengan syarat yang akan ditentukan selanjutnya.
    3. Pertahanan Negara adalah semata-mata hak pemerintah RIS, bukan hak Negara-negara bagian

No Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *