Latar belakang Konflik Indonesia – Belanda

Letjen-Sir-Philip-ChristisonPada tanggal 24 Agustus 1945 Belanda dan Inggris (atas nama Sekutu) menandatangani Civil Affairs Agreement (CAA) yang isinya dituangkan dalam ”Nota tanggal 24 Agustus 1945”. Butir terpenting dalam perjanjian ini adalah penyerahan wilayah Indonesia yang telah ”dibersihkan” dari tentara Jepang oleh Inggris kepada Belanda melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA).

Penyerahan kekuasaan Jepang kepada Sekutu dilakukan oleh Komando Asia Tenggara (South East Asia Command atau SEAC) di bawah pimpinan Laksamana Lord Louis Mounbatten. Pasukan Sekutu yang bertugas di Indonesia adalah Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) yang dipimpin oleh Letnan Jenderal Sir Philip Christison.

AFNEI merupakan komando bawahan dari SEAC. Pasukan Sekutu dan AFNEI mendarat di Jakarta pada tanggal 29 September 1945. Kedatangan Sekutu semula disambut dengan sikap terbuka oleh pihak Indonesia. Tugas AFNEI di Indonesia adalah:

  1. menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang,
  2. membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu,
  3. melucuti orang-orang Jepang dan kemudian dipulangkan ke negaranya,
  4. menjaga keamanan dan ketertiban (law and order), dan
  5. menghimpun keterangan guna menyelidiki pihak-pihak yang dianggap sebagai penjahat perang.

Pada awalnya rakyat Indonesia menyambut kedatangan Sekutu dengan senang. Akan tetapi setelah diketahui NICA ikut di dalamnya, sikap rakyat Indonesia menjadi curiga dan bermusuhan. Kedatangan NICA di Indonesia didorong oleh keinginan menegakkan kembali Hindia Belanda dan berkuasa lagi di Indonesia. Datangnya pasukan Sekutu yang diboncengi NICA mengundang perlawanan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan. Rakyat Indonesia berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih. Perjuangan rakyat Indonesia itu dilakukan baik dengan perjuangan diplomasi maupun perjuangan bersenjata.

Perjuangan diplomasi melalui perundingan antara lain:

  1. Perundingan Linggarjati
  2. Perundingan Renville
  3. Perundingan Roem – Royen
  4. Konferensi Inter – Indonesia
  5. Konferensi Meja Bundar (KMB)

Perjuangan bersenjata yang dilakukan bangsa Indonesia antara lain:

  1. Pertempuran Surabaya
  2. Palagan Ambarawa
  3. Bandung Lautan Api
  4. Medan Area
  5. Puputan Margarana

Sumber bacaan

Ratna Sukmayani [et.al.]. 2008. Ilmupengetahuan sosial 3: untuk SMP/MTs kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Sanusi Fattah [et.al].2008. Ilmu pengetahuan sosial : untuk SMP/MTs kelas IX. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Please follow and like us:
0

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *