Latar Belakang Munculnya Pergerakan Nasional

Ketua Budi Utomo

Ketua Budi Utomo

Munculnya pergerakan nasional di Indonesia, disebabkan oleh dua faktor. Ada faktor dari dalam negeri (internal) dan faktor luar negeri (eksternal). Tetapi faktor dari dalam negeri lebih menentukan dibanding dengan faktor yang timbul dari luar negeri. Fungsi dan peranan faktor luar negeri hanya bersifat mempercepat proses timbulnya pergerakan nasional. Hal ini berarti bahwa sebenarnya tanpa adanya faktor dari luar, pergerakan nasional juga akan muncul, hanya waktunya agak terlambat. Disamping itu, bisa juga dalam bentuk lain:

Adapun faktor atau sebab-sebab dalam negeri (intern) (G Moejanto, 1988: 26) ialah:

  1. Penderitaan akibat penjajahan, bangsa Indonesia merasa senasib sepenanggungan, sama-sama dijajah Belanda. Jadi ini reaksi terhadap penjajah.
  2. Kesatuan Indonesia dibawah Pax Neerlandica memberi jalan ke arah kesatuan bangsa.
  3. Pembangunan komunikasi antara pulau menyebabkan makin mudah dan makin sering bertemunya rakyat dari berbagai kepulauan.
  4. Pembatasan penggunaan atau penyebaran bahasa Belanda dikalangan pribumi di satu pihak, dan penggunaan bahasa Melayu yang dipopulerkan di lain pihak menyebabkan bahasa yang berasal dari sekitar selat Malaka ini menjadi bahasa Indonesia, bahasa ini kemudian menjadi tali pengikat kesatuan bangsa yang ampuh.
  5. Undang-undang desentralisasi 1903, yang diantaranya mengatur pembentukan kotapraja (gemeente atau haminte) dan dewan-dewan kotapraja memperkenalkan rakyat Indonesia akan tata cara demokrasi yang modern.
  6. Pergerakan kebangsaan Indonesia dapat juga disebut sebagai reaksi terhadap semangat kedaerahan, yang tidak menguntungkan bagi perjuangan kemerdekaan (semangat kemerdekaan membuat kita terpecah bekah dan lemah).
  7. Inspirasi kejayaan Sriwijaya dan Majapahit.

Faktor-faktor luar negeri yang dapat mempercepat timbulnya pergerakan nasional itu, adalah sebagai berikut:

  1. Adanya faham baru, yaitu liberalisme dan human rights, akibat perang Kemerdekaan Amerika (1774-1783) dan Revolusi Perancis (1789).
  2. Diterapkannya pendidikan sistem barat dalam pelaksanaan Politik Etis (1902), yang menimbulkan wawasan secara luas bagi pelajar Indonesia walaupun jumlahnya masih sangat sedikit.
  3. Kemenangan Jepang terhadap Rusia tahun 1905, yang membangkitkan rasa percaya diri bagi rakyat Asia-Afrika dan bangkit melawan bangsa penjajah (bangsa kulit putih).
  4. Gerakan Turki muda (1896-1918), yang bertujuan menanamkan dan mengembangkan nasionalisme Turki, sehingga terbentuk negara kebangsaan yang bulat dengan ikatan suatu negara, satu bangsa, satu bahasa, ialah Turki.
  5. Gerakan Pan-Islamisme, yang ditumbuhkan oleh Djamaludin al-Afgani bertujuan mematahkan dan melenyapkan Imperialisme Barat untuk membentuk persatuan semua umat islam dibawah satu pemerintah Islam pusat. Gerakan ini menimbulkan nasionalisme di negara terjajah dan anti-imperialisme.
  6. Dan lain-lain, seperti gerakan Nasionalisme di India, Tiongkok, dan Philipina

Nasionalisme Indonesia tumbuh seirama dengan berkembangnya pergerakan nasional, maka sifat dan corak nasionalisme Indonesia sesuai dengan corak dan organisasi pergerakan yang mewakilinya. Walaupun terdapat perbedaan corak dan sifat dari organisasi-organisasi pergerakan, tetapi tujuannya sama yaitu mencapai kemerdekaan dan melenyapkan sistem kolonialisme.

3 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *