Manifesto Politik 1925

tokoh-perhimpunan-indonesiaManifesto politik adalah suatu pernyataan terbuka tentang tujuan dan pandangan seseorang atau suatu kelompok terhadap masalah negara. Pada masa pergerakan nasional, Indische Verrenenging atau Perhimpunan Indonesia mengeluarkan pernyataan politik yang berkaitan dengan nasib dan masa depan bangsa. Pernyataan politik ini amat penting artinya bagi terwujudnya Indonesia merdeka yang didengar dan didukung oleh oleh dunia internasional.

Manifesto politik Perhimpunan Indonesia secara jelas disampaikan di majalah Hindia Poetra (berganti nama menjadi Hindia Merdeka) tahun 1925 pada saat Perhimpunan Indonesia diketuai oleh Sukiman Wiryosanjoyo. Isi dari Manifesto politik 1925 yaitu:

  1. Kesatuan nasional, yakni dengan mengesampingkan perbedaan-perbedaan sempit seperti yang berkiatan dengan kedaerahan, serta perlu dibentuk suatu kesatuan aksi untuk melawan Belanda untuk menciptakan negara kebangsaan Indonesia yang merdeka dan bersatu.
  2. Solidaritas, terdapat perbedaan kepentingan yang mendasar antara penjajah dengan yang dijajah. Oleh karena itu haruslah mempertajam konflik antara orang kulit putih dan sawo matang tanpa melihat perbedaan antara orang Indonesia.
  3. Non-Kooperasi, yakni harus disadari bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, oleh karena itu hendaknya dilakukan perjuangan sendiri tanpa mengindahkan lembaga yang telah ada yang dibikin oleh Belanda seperti Dewan Perwakilan Kolonial (Volkskard)
  4. Swadaya, yaitu perjuangan yang dilakukan haruslah mengandalkan kekuatan sendiri sendiri. Dengan demikian perlu dikembangkan struktur alternative dalam kehidupan nasional, politik, sosial, ekonomi, hukum yang kuat berakar dalam masyarakat pribumi dan sejajar dengan administrasi kolonial. Dalam rangka merealisasikan keempat pikiran pokok berupa ideologi.

Pernyataan di atas merupakan cita-cita dari Perhimpunan Indonesia, yakni organisasi pergerakan nasioanal bersifat radikal yang didirikan oleh mahasiswa Indonesia yang berada di negeri Belanda. Empat pokok ideologi yang dituangkan oleh Perhimpunan Indonesia dalam Manifesto Politik 1925 meliputi Kesatuan Nasional, Solidaritas, Non-Kooperasi, dan Swadaya. Tujuan dari keseluruhan ini adalah gerakan kebangsaan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

Please follow and like us:
0

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *