Pemimpin AFNEI

Pada 29 September 1945, pasukan Sekutu di bawah bendera AFNEI datang dengan dipimpin oleh… .

A. Letnan Jenderal Louis Mounbatten

B. Letnan Jenderal Sir Philip Christison

C. Brigadir Jenderal A.W.S Mallaby

D. Brigadir Jenderal Bethel

E. Mayor Jenderal E.C Mansergh

Pembahasan:

  • Letnan Jenderal Louis Mounbatten merupakan pemimpin dari South East Asia Commad (SEAC) atau Komando Asia Tenggara
  • Letnan Jenderal Sir Philip Christison pemimpin (Allied Forces Netherlender Indies (AFNEI) yang bertugas di Indonesia. AFNE memiliki tugas antara lain: (1) menerima penyerahan Jepang kepada Sekutu, (2) membebaskan tawanan perang yang ditawan Jepang, (3) menangkap dan mengadili penjahat perang.
  • Brigadir Jenderal A.W.S Mallaby merupakan pemimpin Sekutu yang mendarat di Surabaya. Pada tangga 30 Oktober 1945, terbunuh di Surabaya. Tugas dari Mallaby digantikan oleh Mayor Jenderal E.C Mansergh yang kemudian memberikan ultimatum bahwa rayat Surabaya harus menyerahkan senjata dan menyatakan menyerah. Ultimatum tersebut paling lambat tanggal 10 November 1945, pukul 06.00.
  • Brigadir Jenderal Bethel merupakan pimpinan pasukan Sekutu yang tiba di Semarang. Tugasnya yakni mengutus tawanan perang Jepang. Pasukan Sekutu yang membawa pasukan NICA akhirnya terjadi bentrok dengan pejuang Indonesia. Brigadir Jenderal Bethel kemudian melakukan Perjanjian dengan Presiden Soekarno yang hasilnya (1) pihak Sekutu akan menempatkan pasukannya di Magelang  untuk mengurus tawanan perang, (2) jalan raya Magelang-Semarang dibuka untuk tentara Sekutu dan warga Indonesia, (3) Sekutu tidak mendukung aktivitas NICA. Pertempuran tetap berlanjut, puncaknya terjadi pertempuran Ambarawa.

Kunci jawaban:

Pada 29 September 1945, pasukan Sekutu di bawah bendera AFNEI datang dengan dipimpin oleh… . B. Letnan Jenderal Sir Philip Christison