Pengamanan Menteri-Menteri Kabinet Dwikora

Subandrio_1964Pasca mendapatkan Surat Perintah Sebelah Maret (Supersemar), Mayjen. Soeharto selaku pengemban Supersemar mengambil berbagai tindakan diantaranya adalah tindakan dengan “pengamanan” terhadap sejumlah Menteri Kabinet Dwikora yang disempurnakan dan tokoh-tokoh yang terlibat dalam G 30 S/PKI. Tanggal 18 Maret 1966 pengemban Supersemar mengamankan 15 orang menteri yang dinilai tersangkut dalam G 30 S/PKI dan diragukan etika baiknya yang  dituangkan dalam Keputusan Presiden No. 5 Tanggal 18 Maret 1966

Para menteri Kabinet Dwikora diamankan sebagai berikut:

  1. Subandrio: Wakil PM I, Menteri Departemen Luar Negeri, Menteri Luar Negeri / Hubungan Ekonomi Luar Negeri.
  2. Chaerul Saleh : Wakil PM III, Ketua MPRS.
  3. Setiadi Reksoprodjo : Menteri Urusan Listrik dan Ketenagaan.
  4. Sumardjan : Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan.
  5. Oei Tju Tat, S.H. : Menteri Negara diperbantukan kepada presidium kabinet
  6. Surachman : Menteri Pengairan dan Pembangunan Desa.
  7. Jusuf Muda Dalam : Menteri Urusan Bank Sentral, Gubernur Bank Negara Indonesia.
  8. Armunanto : Menteri Pertambangan.
  9. Sutomo Martopradoto : Menteri Perburuhan.
  10. Astrawinata, S.H : Menteri Kehakiman.
  11. Achmadi : Menteri Penerangan di bawah presidium kabinet.
  12. Moh. Achadi : Menteri Transmigrasi dan Koperasi.
  13. Imam Sjafei : Menteri Khusus Urusan Pengamanan.
  14. K Tumakaka : Menteri/Sekretaris Jenderal Front Nasional.
  15. Dr. Soemarno : Menteri/Gubernur Jakarta Raya.

Sumber bacaan:

Musthofa, Suryandari, Tutik Mulyati. 2009. Sejarah 3 : Untuk SMA/MA Kelas XII Program IPA. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional,

Please follow and like us:
0

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *