Pengaruh Perang Dunia bagi Indonesia

jepang di IndonesiaDi dalam sejarah dunia, pernah terjadi perang dunia sebanyak dua kali yaitu Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945). Perang Dunia I terjadi dikawasan Eropa saja akan tetapi dampaknya sampai juga di Indonesia.  Sedangkan Perang Dunia II terdapat berbagai front kemerdekaan, dan Indonesia terlibat dalam perang tersebut dengan membantu Jepang dan ada juga yang membantu Belanda.

Setelah berakhirnya Perang Dunia I, corak dan haluan berbagai organisasi Pergerakan Nasional Indonesia berubah ke arah yang lebih tegas, lebih berani, dan lebih keras. Sikap radikal dari berbagai organisasi Pergerakan Nasional mungkin karena terpengaruh ucapan Presiden Wilson pada akhir Perang Dunia I yang menganjurkan agar bangsa-bangsa di dunia yang masih dijajah diberi hak untuk menentukan nasib sendiri. Sebaliknya, Perang Dunia I menimbulkan kesulitan bagi pemerintah Kerajaan Belanda. Oleh karena itu, pemerintah kolonial Belanda bersikap mendekati organisasi Pergerakan Kebangsaan Indonesia.

Pada bulan Mei 1918, pemerintah kolonial Belanda membentuk Dewan Rakyat (Volksraad). Pada Sidang Dewan Rakyat tanggal 18 November 1918, Gubernur Jenderal Hindia Belanda van Limburg Stirum menyampaikan pidato yang menjanjikan pembaruan pemerintahan di Indonesia. Pidato gubernur jenderal ini lebih dikenal sebagai Janji November 1918 atau November Belofte. Akan tetapi, setelah selesai perang, pemerintah kolonial Belanda bersikap lebih reaksioner dan menindas pergerakan kebangsaan Indonesia dengan penangkapan dan pembuangan para pemimpinnya.

Pada Perang Dunia II menyebabkan terdesaknya Belanda dari wilayah jajahannya di Indonesia. Selanjutnya, menjelang kedatangan Jepang, pemerintah Belanda meminta bantuan terhadap Indonesia. Kebijakan Belanda lebih lunak diakhir tahun 1940. Organisasi moderat sepeti GAPI kemudian menuntut pemerintah Belanda agar memberikan parlemen bagi Indonesia dalam rangka membendung fasisme masuk Indonesia. Namun hal tersebut ditolak Belanda.

Akhirnya Jepang menyerang Indonesia. Serangan Jepang ternyata tidak dapat dibendung oleh Belanda. Belanda harus menerima kekalahan dari Jepang yang kemudian acara penyerahan dilakukan dalam Perjanjian Kalijati. Hasil perjanjian tersebut menyatakan bahwa wilayah Indonesia diduduki oleh Jepang.

Ketika pasukan Jepang kewalahan menghadapi pasukan sekutu,  Jepang kemudian berusaha mendapatkan dukungan dan bantuan daerah jajahan untuk keperluan perang. Oleh karena itu Jepang kemudian mengadakan mobilisasi politik dan ekonomi wilayah jajahan, termasuk wilayah jajahan Indonesia. Cara yang dilakukan antara lain:

  1. Mobilisasi politik dilakukan dengan cara membentuk organisasi militer dan semi militer. Organisasi militer dan semi militer itu antara lain Heiho, Pembela Tanah Air (PETA), Jawa Hokokai, Gerakan Tiga A dan Pusat Tenaga Rakyat (Putera). Semua organisasi itu dibentuk oleh Jepang dengan harapan dapat mendukung Jepang dalam perangnya melawan pasukan sekutu.
  2. memberikan ‘janji kemerdekaan di kemudian hari’. Indonesia pun dijanjikan akan diberikan kemerdekaan di kemudian hari. Untuk itu Jepang kemudian membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
  3. Sedangkan mobilisasi ekonomi dilakukan dengan memaksa penduduk untuk menyerahkan kekayaannya guna kepentingan perang, demi kemakmuran bersama. Setiap penduduk diwajibkan menyerahkan kekayaannya kepada pemerintah Jepang. Rakyat harus menyerahkan barang-barang berharga (emas dan berlian), hewan, bahan makanan kepada pemerintah Jepang. Untuk memperlancar usaha-usahanya, Jepang membentuk Jawa Hokokai (Kebaktian Rakyat Jawa) dan Nogyo Kumiai (Koperasi Pertanian). Mobilisasi politik dan ekonomi yang dilakukan Jepang cukup berhasil, tetapi tidak cukup untuk menghadapi serangan pasukan Sekutu.

Pasukan Jepang pun akhirnya mengakui keunggulan pasukan sekutu. Apalagi setelah kota Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom oleh Amerika Serikat. Kota Hiroshima di bom pada 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945.. Sebelum sempat memberikan kemerdekaan kepadaIndonesia, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Sementara perang yang terjadi di daratan Eropa sudah lebih dulu berakhir dengan menyerahnya Jerman kepada Sekutu pada 7 Mei 1945.

Bangsa Indonesia kemudian mengambil kesempatan dalam kondisi vacum of power untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Berakhirnya Perang Dunia II membawa dampak positif bangsa Indonesia, yakni Indonesia berhasil menjadi sebuah negara yang merdeka.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *