Peran Serta Indonesia dalam Gerakan Non-Blok

Gerakan Non-Blok muncul setelah penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada tahun 1955. Dalam Dasasila Bandung dikemukakan tentang kemerdekaan, hidup berdampingan secara damai, serta kerja sama internasional untuk keuntungan bersama dan perdamaian. Berdasarkan hasil KAA tersebut, lahirlah organisasi Gerakan Non Blok pada tanggal 1 September 1962.

Baca juga materi

Konferensi Asia Afrika klik DI SINI

Isi Dasasila Bandung klik DI SINI

Sejarah berdirinya Gerakan Non Blok klik DI SINI

Indonesia menganut politik luar negeri bebas dan aktif. Oleh karena itu, Indonesia berusaha menunjukkan peran serta dalam organisasi Gerakan Non-Blok. Peran serta Indonesia dalam

Gerakan Non-Blok sebagai berikut:

  1. Sebagai salah satu negara pemrakarsa yakni Presiden Soekarno
  2. Sebagai salah satu negara pengundang pada Konferensi Tingkat Tinggi GNB yang pertama.
  3. Pernah menjadi ketua GNB pada tahun 1992–1995. Pada saat itu Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggara KTT X GNB di Jakarta. Peserta yang menghadiri KTT X berjumlah 106 negara.
  4. Indonesia juga turut memecahkan masalah-masalah dunia berdasarkan perdamaian dunia, memperjuangkan HAM, dan tata ekonomi dunia yang berdasarkan pada asas keadilan.

Baca juga

Indonesia menjadi tuan rumah GNB klik DI SINI

Sumber:

Endar Wismuliani, Jajang Susatya, Kus Indrartna . 2009. IPS : untuk SMP dan MTs Kelas IX / Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Please follow and like us:
0

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *