Peristiwa Hotel Yamato

hotel-yamato-surabayaInsiden perobeka bendera di hotel yamato ini merupakan awal dari rentetan perlawanan yang di lakukan oleh arek-arek suroboyo. Peristiwa ini bermula dari di pasangnya bendera belanda yang dilakukan oleh sekelompok orang yang di komando lamgsung oleh Mr. W.V.Ch ploegman. Peristiwa ini di lakukan sekitar pulul 21:00 pada tanggal 18 oktober 1945. Pemasangan bendera ini tampaknya tidak di ketahui oleh para pemuda dan tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari pemerintah R.I di surabaya. Meskipun pihak belanda memasang bendera di malam hari, tampaknya usaha itu nihil. Keesokan harinya tanggal 19 oktober 1945 sekelompok pemuda melihat berkibarnya bendera belanda itu, tak kuat menahan amarah. Hanya beberpa jam setelah mereka melihat berkibarnya bendera belanda itu, jalannan sesak oleh segerombolan masa yang marah atas ulah yang di lakukan oleh pemerintah kolonial belanda itu.

Jalan tunjangan yang nerupakan jaln pusat kota itu bagaikan kerimunan semut, banyak dari kalangan pemuda,pelajar,maupun dari golongan dewasa yang berkumpul,guna protes atas ulah yang di lakukanya. Residen sudirman yang merupakan wakil dari keresidenan daerah surabaya itu langsung menemui ploegman dengan di dampongi oleh sidik dan hariono. Mereka bertujuan untuk melakukan perundingan dengan pihak belanda ntuk menurunkan bendera tri warna tersebut. Tampaknya usaha yang dilkukan sudirman sia-sia, ploegman dengan nada keras dan mengangkat senjata revolvernya menjawab ”tentara sekutu telah menang, dan belanda merupakan sekutu,maka sekarang pemerintah hindia belanda berhak atas indonesia! Republik indonesia tidak kami akui”.

Merasa usaha yang di lakukan gagal dengan yang di sertai perasaan amarah yang begitu kuat,sidik dan harianto mengambil langkah yang mengejutkan. Sidik langsung menendang revolver yang di pengang oleh ploegman hingga terpental dan menyebabkan letusan tanpa mengenai korban. Sementara harianto menyeret sudirman dari rauanga tersebut,namun sidik masih terus melakukan pergulatan dengan ploegman dan mencekiknya hingga tewas. Setelah letusan pistol milik poegman tersebut menyebabkan bebrapa sidik hingga tersunggkur ke tanah. Mengetahui kondisi yang sepert ini akhirnya para pemuda yang di luar hotel merengsek masuk ke hotel,hingga perkelahian tak dapat di hindarkan. Sementara itu hariono dengan kusno wibowo di bantu dengan beberapa pemuda melakukan pemanjatan guna menurunkan bendera tri warna tersebut. Setelah berhasil menurunkanya mereka merobek bendera yang bagian biru hingga akhirnya berkibarlah bendera merah putih. Pekik “merdeka” di lontarkan oleh mereka sebagai tanda kehormatan dan kedaulatan dari Indonesia.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *