Sumber Sejarah Kerajaan Samudera Pasai

Keadaan masyarakat Samudera Pasai dapat kita ketahui dari catatan perjalanan yang ditulis oleh… .

A. Fa-Hien dan I-Tsing

B. Marcopolo dan I-Tsing

C. Marcopolo dan Ibn Batuta

D. Ibn Batuta dan I-Tsing

E. Fa-Hien dan Ibn Batuta

Pembahasan:

samudera pasaiKeadaan masyarakat Samudera Pasai pada saat itu, diketahui dari catatan perjalanan Marcopolo dan Ibn Batutah. Menurut catatan perjalanan mereka, masyarakat Pasai adalah masyarakat pedagang yang beragama Islam terutama mereka yang tinggal di pesisir pantai timur Sumatra. Menurut catatan mereka ini juga diketahui bahwa kerajaan Samudera Pasai menjadi pusat penyebaran agama Islam ke kawasan sekitarnya di Sumatra dan Malaka. Orang-orang Pasai yang telah memeluk Islam menjadi golongan yang berperan dalam menyebarkan Islam, selain golongan pedagang dan ulama setempat. Kehidupan sosial masyarakat Samudera Pasai, diatur menurut aturanaturan dan hukum-hukum Islam yang mempunyai kesamaan dengan daerah Arab, sehingga daerah kerajaan Samudera Pasai mendapat julukan daerah Serambi Mekkah.

**

Catatan Ibnu Batutah

Adanya Samudera Pasai ini diperkuat oleh catatan Ibnu Batutah, sejarawan dari Maroko. Kronik dari orang-orang Cina pun membuktikan hal ini. Menurut Ibnu Batutah, Samudera Pasai merupakan pusat studi Islam. Ia berkunjung ke kerajaan ini pada tahun 1345-1346. Ibnu Batutah menyebutnya sebagai “Sumutrah”, ejaannya untuk nama Samudera, yang kemudian menjadi Sumatera. Ketika singgah di pelabuhan Pasai, Batutah dijemput oleh laksamana muda dari Pasai bernama Bohruz. Lalu laksmana tersebut memberitakan kedatangan Batutah kepada Raja. Ia diundang ke Istana dan bertemu dengan Sultan Muhammad, cucu Malik as-Saleh. Batutah singgah sebentar di Samudera Pasai dari Delhi, India, untuk melanjutkan pelayarannya ke Cina.

*********

Jadi: Keadaan masyarakat Samudera Pasai dapat kita ketahui dari catatan perjalanan yang ditulis oleh… . C. Marcopolo dan Ibn Batuta

  • Fa Hien dalam perjalanannya pernah singgah di Kerajaan Tarumanegara.
  • I Tsing dalam perjalanannya pernah singgah di Kerajaan Sriwijaya.
Please follow and like us:
0

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *