Perjanjian-perjanjian pada Perang Dunia 1 (1914-1918)

perang dunia 1Kekalahan Jerman di Front Barat mengakibatkan kehidupan rakyat semakin bertambah susah. Keadaan Jerman seperti ini menimbulkan gerakan dari kaum komunis (spartacis) yang hendak menggulingkan pemerintahan. Jerman menghadapi serangan dua kali yaitu dari pihak sekutu dan pemberontakan dari kaum komunis. Karena serangan itu Jerman terpaksa menyerah pada tahun 1918. Hitler menamakan gerakan spartacis itu sebagai tusukan pisau dari belakang punggung Jerman, yang menyebabkan Kaisar Wilhelm II turun takhta dan pemerintahan dipegang oleh Elbert (beraliran sosialis).

Akhirnya, Jerman dijadikan republik dan selanjutnya menyerah kepada pihak sekutu. Sementara itu di Austria timbul pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh kaum komunis dan kaum Slavia, yang mengakibatkan Kaisar Karl (pengganti Kaisar Frans Joseph II) terpaksa turun takhta tahun 1918 sehingga Austria-Hongaria menjadi republik.

Kekalahan Blok Sentral pada Perang Dunia 1 disebabkan oleh faktor berikut ini:

  1. Jumlah anggota Blok Sekutu lebih banyak (23 negara) sehingga dari segi kekuatan pun lebih kuat, apalagi dengan masuknya Amerika Serikat.
  2. Ada perpecahan di pihak Blok Sentral. Italia yang semula ikut Blok Sentral, berbalik memusuhinya sebab menginginkan daerah-daerah yang dikuasai Austria.
  3. Terjadinya pemberontakan rakyat di negara anggota Blok Sentral yang mulai bosan berperang dan tidak mau lagi mendukung pemerintahannnya.

Setelah Perang Dunia I berakhir, baik negara-negara yang menang perang maupun negara-negara yang kalah perang sibuk mengadakan perjanjian-perjanjian perdamaian seperti;

Perjanjian Versailles (28 Juni 1918) antara pihak Jerman dengan Sekutu, yang isinya:

  1. Jerman menyerahkan Alsace-Lorraine kepada Perancis dan Eupen-Malmedy kepada Belgia.
  2. Danzig dan sekitarnya menjadi kota merdeka di bawah LBB.
  3. Jerman kehilangan semua tanah jajahannya yang diambil oleh Inggris, Perancis, dan Jepang.
  4. Jerman harus membayar ganti rugi perang sebesar 132 Milyar Mark emas.
  5. Angkatan perang Jerman diperkecil.
  6. Kapal perang maupun kapal dagang Jerman diambil alih oleh Inggris. Daerah Jerman sebelah barat Sungai Rhijn (Rhein) diduduki oleh sekutu selama 15 tahun.

Dalam perjanjian Versailles itu peranannya dipegang oleh Woodrow Wilson (Presiden USA), Georges Clemenceau (Perancis), Lloyd George (Inggris) dan Vittorio Emanuele Orlando (Italia). Keempat orang ini dikenal dengan The Big Four.

Perjanjian St. Germain (10 Nopember 1919) antara Sekutu dengan Austria yang isinya antara lain:

  1. Tidak diperkenankan adanya gabungan Jerman-Austria.
  2. Austria harus menyerahkan daerah Tirol Selatan, Istria kepada Italia dan Bohemia, Moravia kepada Cekoslowakia.

Perjanjian Neuilly (27 Nopember 1919) antara pihak sekutu dengan Bulgaria yang isinya adalah Bulgaria menyerahkan daerah pantai Aegia kepada Yunani.

Perjanjian Trianon (4 Juni 1920) antara sekutu dengan Hongaria yang isinya antara lain:

  1. Daerah Hongaria diperkecil.
  2. Keluarga Hapsburg tidak boleh menjadi raja di Austria-Hongaria.

Perjanjian Sevres (20 Agustus 1920) antara Sekutu dengan Turki yang isinya antara lain:

  1. Daerah Turki diperkecil dan hanya tinggal kota Konstantinopel dan sekitarnya.
  2. Daerah yang penduduknya bukan orang Turki harus dilepaskan.
  3. Smyrna dan Thracia diduduki oleh Yunani. Dardanella, Laut Marmora, Selat Bosporus harus dibuka untuk kapal-kapal dari semua bangsa.
  4. Armenia diberi status merdeka.
  5. Kurdi merdeka.

No Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *