Aliansi Pasca Perang Dunia II

Perang Dunia II tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan Perang Dunia I. Berakhirnya Perang Dunia I ternyata masih menimbulkan kecurigaan antara negara. Sehingga antara negara memperkuat diri satu sama lain. Maka terciptalah sistem aliansi yang mana terjalin kerjasama antar negara yang memiliki kepentingan yang sama. Cara kerja dari sistem aliansi ini misalnya saja satu negara diserang negara lain, maka negara aliansi harus membantu.

Pada perang Dunia I muncul dua aliansi besar yakni triple alliantie dan triplle entente. Triple alliantie atau juga disebut sebagai blok sentral terbentuk pada tahun 1882 yang terdiri dari Jerman, Austria-Hongaria, dan Italia. Sedangkan triple entente terbentuk tahun 1907 yang teridiri dari Inggris, Rusia dan Prancis.

Sedangkan untuk perang Dunia II dua terbagi menjadi aliansi negara negara yang berideologi fasis seperti Jerman, Jepang dan Itialia yang terkenal dengan blok poros atau blok sentral melawan blok Perancis, Amerika Serikat dan Inggris yang berpaham demokrasi dan blok Rusia yang berpaham komunis yang terkenal dengan blok Sekutu, Negara negara berpaham demokrasi dengan berpaham komunis untuk sementara waktu bersatu dikarenakan menghadapi musuh yang sama. Negara negara tersebut untuk sementara waktu mengesampingkan perbedaan ideologi demi bisa mengalahkan negara negara blok poros.

Setelah Perang Dunia II berakhir dengan kekalahan blok poros atas blok Sekutu, maka terbentuklah dua kekuatan besar dunia yakni blok barat yang terdiri dari Amerika Serikat dan sekutunya yang berideologi liberalis kapitalis dan blok timur yang berideologi komunis yang terdiri dari Uni Soviet dan sekutunya. Persaingan ini disebut dengan Perang Dingin. Selain itu muncul juga kekuatan negara negara baru yang tidak mau tergabung dalam blok yang kemudian mendirikan Gerakan Non Blok, salah satu pemrakarsanya adalah Indonesia.



Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *