Dampak Perang Dunia 1

dampak PD 1Perang Dunia 1 berlangsung dari tahun 1914-1918. Perang Dunia 1 berdampak sangat luar biasa bagi kehidupan manusia. Perang yang sangat menyengsarakan ini kemudian menimbulkan pemikiran untuk membentuk lembaga yang bertugas menjaga perdamaian dunia. Penggunaan taktik perang parit pada Perang Dunia 1 memunculkan berbagai macam penyakit, sehingga banyak korban yang jatuh. Selain itu penggunaan senjata modern dan gas beracun juga menambah derita korban perang.

Terbagi dalam beberapa bidang, yaitu:

  1. Dalam Bidang Politik
  • Tenggelamnya 4 kekaisaran besar di Eropa menjadi negara-negara replubik, yaitu Jerman, Austria-Hongaria, Rusia, dan Turki.
  • Munculnya negara-negara baru, seperti Italia, Rumania, Polandia, Cekoslovakia, Kroasia, Yugoslavia, Hongaria, Irak, Iran, Yordania, Mesir, Arab Saudi, Syria (Suriah), Estonia, Latvia, dan Lithuania.
  • Lahirnya Liga Bangsa-Bangsa (atau disebut juga LBB) yang diprakasai oleh Presiden Amerika Serikat, Woodrow Wilson.
  • Munculnya paham fasis di Italia, Nazi di Jerman, nasionalisme di Turki, militer di Jepang, dan komunis di Rusia.
  • Austria-Hongaria terbagi menjadi beberapa negara pengganti, termasuk Austria, Hongaria, Cekoslovakia, dan Yugoslavia
  1. Dalam Bidang Ekonomi
  • Hancurnya sarana fisik dan nonfisik.
  • Hancurnya pusat-pusat industri di Eropa.
  • Rusaknya daerah pertanian yang mengakibatkan timbul kelaparan yang hebat di Rusia.
  • Terjadinya krisis Malaise pada tahun 1929, yakni krisis ekonomi dunia yang diawali hancurnya sektor-sektor ekonomi Amerika Serikat.
  • Hutang akibat peminjaman biaya perang, baik kepada rakyat maupun negara lain.
  • Terjadi pengangguran massal di Eropa.
  1. Dalam Bidang Sosial
  • Perang Dunia I yang berlangsung selama 4 tahun, telah menelan banyak korban, baik yang tewas, luka-luka, ditahan, bahkan hilang.
  • Negara-negara Eropa banyak kehilangan pemuda.
  • Peranan perempuan meningkat menggantikan generasi muda yang gugur dalam perang.
  • Perang Dunia I membutuhkan perlengkapan sehingga mendorong produktivitas industri yang semakin besar.
  • Banyaknya korban meninggal terutama laki-laki telah menurun kan angka kelahiran dan populasi Prancis.
  • Di bentuknya League of NationsĀ atau Liga Bangsa-Bangsa pada 1919.
  • Terjadinya peleburan kelas sosial menuju peme-rintahan yang lebih demokratis.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *