Gerakan Non Blok (GNB)

pendiri GNBGerakan Non Blok atau Non Alignment Movement adalah gerakan yang tidak memihak Blok Barat maupun Blok Timur. Gerakan ini timbul akibat mencekamnya dunia yang diakibatkan oleh adanya Perang Dingin antara blok barat maupun blok timur. Nono Blok ini juga diilhami oleh kerbehasilan penyelenggaraan KAA di Bandung. Kata Non Blok diperkenalkan oleh PM. Jawaharlal Nehru pada konferensi Colombo (1954). Tujuan utama dari GNB adalah untuk meredakan ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur. Latar belakang berdirinya GNB antara lain

  • Munculnya dua blok, yaitu Blok Barat dan Blok Timur yang saling bersaing merebutkan pengaruh dunia internasional.
  • Adanya kecemasan Negara-negara yang baru merdeka, sehingga berusaha meredakan ketegangan tersebut.
  • Adanya Dokumen Brioni yang merupakan pernyataan Presiden Josep Bros Tito (Yugoslavia), PM Jawaharlal Nehru (India), dan Presiden Gamal Adbul Nasser (Mesir) tahun 1956 di Pulau Brioni Yugoslavia. Dokumen tersebut berisi prinsip-prinsip untuk mempersatukan Negara-negara yang non blok.
  • Adanya pertemuan lima kepala Negara di markas besar PBB dalam sidang Umum PBB ke 15 tahun 1960. Kepala negarawan tersebut adalah Presiden Soekarno dari Indonesia, PM Jawaharlal Nehru dari India, Presiden Gamal Abdul Nasser dari Mesir, Presiden Kwame Nkrumah dari Ghana, dan Presiden Josep Broz Tito dari Yugoslavia
  • Terjadinya krisis misil Kuba 1961. Krisis ini terjadi karena Uni Soviet membangun pangkalan nuklir di Kuba yang membuat Amerika Serikat merasa ternacam dan melakukan protes.

Prinsip gerakan Non Blok adalah (1) Saling menghormati integritas tertitorial dan kedaulatan, (2) Perjanjian non agresi, (3) Tidak mengintervensi urusan dalam Negara lain, dan (4) Kesetaraan dan keuntungan bersama, serta (5) Menjaga perdamaian dunia

Gerakan Non Blok pada awalnya bermula dari sebuah Konferensi Asia- Afrika di Bandung Indonesia (1955) pada konferensi tersebut Negara-negara yang tidak tergabung dalam blok mendklarasikan untuk tidak terlibat dalam konfrontasi Ideologi antara Blok barat dengan Blok timut. GNB bukan merupakan organisasi yang berwujud lembaga seperti PBB atau ASEAN, satu-satunya pengurus adalah seorang ketua. Ketua GNB dijabat oleh kepala Negara/pemerintah yang menjadi tuan rumah. KTT Non Blok diselenggarakan tiap 3 tahun sekali. Setiap Negara dapat diterima menjadi anggota GNB dengan syarat sebagai berikut:

  • Menganut politik bebas dan berdasarkan hidup berdampingan secara damai.
  • Mendukung gerakan-gerakan kemerdekaan nasional
  • Tidak menjadi anggota salah satu pakta militer yang dibentuk oleh kedua Blok.

No Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *