Langkah-langkah Group Investigation (GI)

group-invistigationImplementasi model pembelajran Group Investigation (GI) umumnya kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok dengan anggota 5-6 orang siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan pada pertimbangan keakraban persahabatan atau minat yang sama dalam topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Dalam tahap presentasi ini diharapkan terjadi intersubjektif dan objektivikasi pengetahuan yang sudah dibangun oleh kelompok. Berbagai perspektif diharapkan dapat dikembangkan oleh seluruh kelas atas hasil yang dipresentasikan oleh suatu kelompok (Agus Suprijono,2012: 93).

Investigasi Kelompok (GI) tidak akan dapat diimplementasikan dalam lingkungan pendidikan yang tidak mendukung dialog interpersonal atau yang tidak memperhatikan dimensi rasa sosial dari pembelajaran di dalam kelas. Komunikasi dan interaksi kooperatif diantara sesama teman sekelas akan mencapai hasil terbaik apabila dilakukan dalam kelompok kecil, dimana pertukaran diantara teman sekelas dan sikap-sikap kooperatif bisa terus bertahan. Hal terpenting dalam GI adalah perencanaan kooperatif siswa atas apa yang dituntut dari mereka. Anggota kelompok ambil bagian dalam merencanakan berbagai dimensi dan tuntutan dari proyek mereka.  Bersama mereka menentukan apa yang mereka ingin investigasikan sehubungan dengan upaya mereka untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi, sumber apa yang mereka butuhkan, siapa akan melakukan apa, dan bagaimana mereka menampilkan proyek mereka yang sudah selesai dihadapan kelas (Robert E. Slavin, 2009: 215).

Sharan, dkk, (1984) membagi langkah-langkah pelaksanaan model GI yang meliputi enam tahapan kegiatan, yaitu:

  1. Memilih topik

Tahap ini menekankan pada permasalahan, siswa meneliti, memilih sub topik khusus dari suatu masalah yang umum yang biasanya ditetapkan oleh guru. Peran ini dimulai dengan setiap siswa diberikan modul yang berisikan kisi-kisi. Dari langkah ini diharapkan siswa dapat menebak topik apa yang akan disampaikan, kemudian siswa yang memilih topik yang sama dikelompokkan menjadi satu kelompok dalam penyelidikan nantinya. Komposisi kelompok hendaknya heterogen secara akademis maupun etnis. Dalam hal ini peran guru adalah membatasi jumlah kelompok serta membantu mengumpulkan informasi dan memudahkan pengaturan.

  1. Perencanaan kooperatif

Siswa dan guru merencanakan prosedur pembelajran, tugas dan tujuan khusus yang konsisten dengan sub topik. Setiap siswa menyumbangkan kontribusinya terhadap investigasi kelompok kecil.

  1. Implementasi

Siswa melaksanakan rencana yang telah mereka kembangkan di dalam tahap kedua. Kegiatan pembelajran hendaknya melibatkan berbagai aktivitas dan keterampilan yang luas dan hendaknya mengarahkan siswa pada jenis-jenis sumber belajar yang berbeda baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Guru mengikuti kemajuan tiap kelompok dan menawarkan bantuan bila diperlukan.

  1. Analisi dan Sintesis

Siswa menganalisis dan menyintesis informasi yang diperoleh pada tahap ketiga dan merencanakan bagaimana informasi tersebut diringkas dan disajikan dengan cara yang menarik sebagai bahan untuk presentasi di depan kelas.

  1. Presentasi hasil final

Beberapa atau semua kelompok menyajikan hasil temuannya dengan cara yang menarik kepada seluruh kelas, dengan tujuan agar siswa yang lain saling terlibat satu sama lain dalam pekerjaan mereka dan memperoleh perspektif luas pada topik itu. Guru mengkordinir jalannya presentasi.

  1. Evaluasi

Kelompok-kelompok menangani aspek yang berbeda dari topik yang sama, siswa dan guru mengevaluasi tiap kontribusi kelompok terhadap kerja kelas sebagai keseluruhan. Evaluasi yang dilakukan dapat berupa penilaian individu atau kelompok (Trianto,2011: 80-81).

Please follow and like us:
0

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *