Susunan Kabinet PRRI

letkol ahmad huseinGerakan PRRI.Permesta pada awalnya bukanlah gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari Republik Indonesia. Gerakan ini muncul dikarenakan keadaan yang tidak stabil pemerintahan, masalah korupsi, perdebatan yang berkepanjangan di Konstituante, revalitas antara sipil dan militer, pertentangan konsepsi presiden terutama masalah Nasakom. Pada tanggal 15 Februari 1958 Achmad Hussein menyatakan berdirinya Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Hal ini dikarenakan tuntutan PRRI ditolak dan beberapa tokoh PRRI dipecat secara tidak hormat dari ketentaraan.

Achamd Hussein menjadi pemimpin dari PRRI. Sedangkan susunan kabinet PRRI sebagai berikut:

  1. Syafrudin Prawiranegara[1] : Perdana Menteri dan Menteri Keuangan
  2. Simbolon : Menteri Luar Negeri
  3. Dahlan Djambek : Menteri Dalam Negeri
  4. Burhanudin Harahap[2] : Menteri Pertahanan dan Menteri Kehakiman
  5. Sumitro Djojohadikusumo[3] : Menteri Perhubungan/Pelayaran
  6. Moh Syafei : Menteri PP & K dan Menteri Kesehatan
  7. JF Warouw : Menteri Pembangunan
  8. Sarumpait : Menteri Pertanian dan Perburuhan
  9. Mochtar Lintang : Menteri Agama
  10. Saleh Lahade : Menteri Penerangan
  11. Gani Usman : Menteri Sosial

Proklamai yang dilakukan tangal 15 Februari di Padang oleh Achmad Hussien itu rupanya mendapat sambutan dari wilayah Indonesia bagian timur Indonesia. Di Sulawesi Utara muncul gerakan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) yang dalam perjuangannya juga menguasai Sulawesi Tengah. Gerakan ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Ventje Samual

[1]Pada masa mempertahankan kemerdekaan, Syafrudin Prawiranegara mimiliki jasa yang besar bagi Indonesia. Tepatnya yakni pada saat Belanda melakukan agresi militer Belanda II yang menyerbu Yogya dan menangkap para pemimpin Indonesia. Syafrudin Prawiranegara selaku menteri kemakmuran atas perintah presiden Soekarno kemudian membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Bukittinggi untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia masih ada.

[2]Burhanudian Harahap pernah menjadi Perdana Menteri pada masa Demokrasi Liberal (1950-1959). Salah satu prestasi dari kabinet yang dipimpin oleh Burhanudian Harahap adalah berhasil melaksanakan Pemilu pertama di Indonesia (1955)

[3]Sumitro Djojohadikusumo merupakan salah satu ekonom besar Indonesia. Beberapa program yang dibuat dalam bidang ekonomi awal kemerdekaan dalam rangka memperbaiki ekonomi Indonesia seperti Sistem Ekonomi Benteng dan Rencana Sumitro

No Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *