Anggota dan Klasifikasi Negara Anggota APEC

APECAsia Pasifik Economic Cooperation (APEC)[1] merupakan kerjasama bangsa-bangsa di kawasan Asia Pasifik. Organisasi regional ini secara resmi terbentuk pada tahun 1989 di Canberra Australia. Pembentukan organisasi ini dipelopori oleh usulan Perdana Menteri Australia, Bob Hawke. Pada awal berdirinya, APEC beranggotakan dua belas negara, yaitu enam negara anggota ASEAN dan enam mitra dialognya, seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Kanada, dan Amerika Serikat.

Pada tahun 1991 APEC menerima Cina, Hongkong dan Taiwan masuk menjadi anggotanya. Dalam pertemuan di Seattle, Kanada pada bulan November 1993, APEC memasukkan Papua Nugini dan Meksiko sebagai anggota. Pada pertemuan di Bogor[2] tahun 1994 anggota APEC menjadi 18 negara yaitu :

  1. Indonesia
  2. Singapura
  3. Thailand
  4. Filipina
  5. Malaysia
  6. Brunei Darussalam
  7. Amerika Serikat
  8. Jepang
  9. Kanada
  10. Korea Selatan
  11. Selandia Baru
  12. Australia
  13. RRC
  14. Taiwan
  15. Hongkong
  16. Meksiko
  17. Papua Nugini
  18. Cile

Dari 18 negara anggota, diklasifikasikan menjadi 4 kelompok yang didasarkan atas kemajuan ekonomi dan industri, yaitu sebagai berikut.

  1. Negara sangat maju : AS dan Jepang.
  2. Negara maju : Kanada, Australia, dan Selandia Baru.
  3. Negara industri : Korea Selatan, Singapura, Taiwan dan Hongkong.
  4. Negara berkembang : Brunei Darusalam, Malaysia, Filipina, Thailand, RRC, Meksiko, Papua Nugini, Cili, dan Indonesia.

Sumber:

Sh. Musthofa, Suryandari, Tutik Mulyati. 2009. Sejarah 3 : Untuk SMA/MA Kelas XII Program IPA. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional,

[1] Latar belakang terbentuknya APEC yaitu munculnya berbagai kerjasama regional lainnya diberbagai kawasan seperti di eropa dengan membentuk MEE, dan regional Amerika Utara dengan membentuk North America Free Trade Area (NAFTA). Kondisi lain yang mendukung terbentuknya APEC yaitu perubahan besar bidang politik dan ekonomi Uni Soviet dan Eropa Timur.

[2] Pada pertemuan di Bogor menghasilkan keputusan yang disebut Deklarasi Bogor

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *