Bangunan Candi di Indonesia

candi ratu bokoBangunan Candi adalah merupakan salah satu bentuk pengaruh kebudayaan India yang masuk di Indonesia. Terjadi percampuran kebudayaan antara budaya India dengan kebudayaan Indonesia. Candi berasal dari kata candika, sebutan untuk  Durga sebagai Dewi Maut. Jadi bangunan candi, ada hubungan dengan kematian. Memang candi didirikan sebagai makam dan sekaligus tempat pemujaan, khususnya makam para raja dan orang-orang terkemuka. Hal inilah yang membedakan antara fungsi Candi di Indonesia dengan yang ada di India.

Pada umumnya bangunan candi terdiri atas tiga bagian (triloka), yakni kaki candi, tubuh candi, dan atap candi. Pembagian itu melambangkan pembagian alam semesta. Kaki candi melambangkan alam bawah (bhurloka), ialah dunia manusia yang masih berkaitan dengan hal-hal duniawi. Kaki candi bentuknya bujur sangkar, di tengah-tengahnya ditanam pripih. Tubuh candi melambangkan alam antara (bhurwarloka), ialah dunia manusia yang sudah tidak berkaitan dengan hal-hal duniawi. Tubuh candi terdiri atas  bilik yang berisi arca perwujudan. Dinding luar sisi bilik diberi relung (ceruk) yang berisi arca.

Atap candi melambangkan dunia atas (swargaloka), yaitu dunia para dewa, dunia di mana para dewa bersemayam. Atap candi terdiri atas tiga tingkat, makin ke atas makin kecil dan di puncaknya terdapat lingga atau stupa. Bagian dalam atap (bilik) ada sebuah rongga kecil yang dasarnya berupa batu persegi empat dengan gambar teratai, melambangkan takhta dewa. Pada upacara pemujaan, jasad dari dalam pripih dinaikkan rohnya dari rongga atau diturunkan ke arca perwujudan sehingga hiduplah arca tersebut yang merupakan perwujudan raja sebagai dewa (pemujaan terhadap roh nenek moyang dalam Candi Hindu)

Perbedaan langgam Candi Jawa Tengah dengan Jawa Timur

Langgam Jawa Tengah:

  1. Bentuk bangunannya tambun.
  2. Atapnya nyata berundak-undak.
  3. Puncaknya berbentuk ratna atau stupa.
  4. Gawang pintu dan relung berhiaskan kala makara.
  5. Reliefnya timbul agak tinggi dan lukisannya naturalistis.
  6. Letak candi di tengah halaman.
  7. Kebanyakan menghadap ke timur
  8. Kebanyakan terbuat dari batu andesit.

Candi Jawa Tengah terbagi menjadi dua yakni Candi Hindu peninggalan dari Dinasti Sanjaya yang sebagian besar Candi terletak di Jawa Tengah bagian utara, dan Candi Budha yang merupakan peninggalan dari Dinasti Sailendra yang banyak ditemukan di daerah Jawa Tengah bagian selatan. Contoh Candi berlanggam Jawa Tengah antara lain: Candi Kalasan, Candi Pawon (budha) Candi Mendut (budha) Candi Borobudur (budha) Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Gedongsongo, Candi Dieng, dsb.

Langgam Jawa Timur:

  1. Bentuk bangunannya ramping.
  2. Atapnya merupakan perpaduan tingkatan.
  3. Puncaknya berbentuk kubus.
  4. Makara tidak ada, dan pintu serta relung hanya ambang atasnya saja yang diberi kapala kala.
  5. Reliefnya timbul sedikit saja dan lukisannya simbolis menyerupai wayang kulit.
  6. Letak candi di bagian belakang halaman.
  7. Kebanyakan menghadap ke
  8. Kebanyakan terbuat dari batu bata

Contoh Candi berlanggam Jawa Timur antara lain: Candi Brahu, Candi Tikus, Candi Bajang Ratu, Candi Bentar, Candi Kidal, Candi Jago, Candi Jawi, Candi Singasari, dan Kompleks Candi Panataran,

Di pulau Sumatra terdapat beberapa candi seperti Candi Muara Jambi di Jambi yang memperlihatkan corak Buddha Mahayana. Ada juga Candi Muara Takus di Riau (terbuat dari batu bata dan terdiri atas beberapa bangunan stupa). Di komplek Candi Muara Takus ada beberapa candi seperti Candi Tua, Candi Bungsu, dan Candi Mahligai. Kompleks percandian (stupa) lainnya adalah Komplek Candi Padang Lawas yang terletak di Sumatra Utara dan bercorak Siwaisme dan Budhisme. Di daerah Tapanuli terdapat komplek Candi Gunung Tua yang bercorak Buddha.).

Di Kalimantan Selatan ditemukan sebuah candi yaitu Candi Agung di daerah Amuntai. Di Bali terdapat Candi Padas atau Candi Gunung Kawi yang terletak di desa Tampaksiring Kabupaten Gianyar. Candi ini dipahatkan pada dinding batu yang keras dan merupakan tempat pemujaan Raja Anak Wungsu putra terakhir dari Raja Udayana.

Terdapat perbedaan fungsi candi antara agama Hindu dan Buddha. Dalam agama Hindu, candi adalah tempat penguburan abu jena ah. Di Bali upacara pembakaran mayat dinamakan Ngaben. Di dalam candi Hindu biasanya terdapat patung-patung dari para penguasa (raja) atau orang-orang terkenal yang dijelmakan sebagai dewa. Dalam agama Buddha, candi berfungsi sebagai tempat pemujaan. Arca yang ada dalam candi Buddha bukanlah arca perwujudan dari raja.

Sumber:

Tarusena. 2009. Sejarah 2: SMA/MA untuk kelas XI, Semester 1 dan 2 Program Pengetahuan Sosial. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

No Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *