Ilmu Bantu Sejarah

penelitian sejarahSebagai sebuah ilmu pengetahuan, sejarah memerlukan ilmu bantu lain dalam proses penelitiannya. Ilmu bantu ini diperlukan untuk membantu sejarawan menceritakan kembali peristiwa dimasa lalu. Ilmu bantu sejarah juga membantu analisis sejarawan dalam sebuah peristiwa masa lalu. Berbagai ilmu bantu tersebut kemudian menambah semakin luas wilayah dari sejarah. Selain itu ilmu bantu membantu sejarah untuk mempertajam analisis suatu masalah. Ilmu bantu dalam sejarah antara lain:

  1. Philologi yaitu ilmu pengetahuan yang menyelidiki dokumen dokumen bahasa yang bernilai literatur dan kulturil umum dengan latar belakang kebudayaan. Naskah-naskah itu ditulis dalam bahasa-bahasa Jawa kuno, Sunda kuno, atau Melayu. Naskah-naskah itu ada yang penting untuk sejarah Indonesia pada umumnya, tetapi ada pula untuk sejarah lokal khususnya
  2. Paleografi yaitu ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan menulis tentang macam-macam tulisan purba. Seperti contoh Champollion yang berhasil mengungkap arti tulisan Mesir Kuno, Heiroglyp. Paleografi adalah kajian-kajian tentang tulisan-tulisan kuno, termasuk ilmu membaca, menentukan waktu (tanggal) dan menganalisis tulisan-tulisan kuno yang ditulis di atas papirus, tablet-tablet tanah liat, tembikar, kayu perkamen (vellum), kertas, daun lontar.
  3. Numismatik yaitu ilmu untuk mengenal mata uang kuno.
  4. Epigrafi yaitu ilmu yang mempelajari tentang naskah-naskah kuno seperti prasasti.
  5. Arkeologi yaitu ilmu yang mempelajari benda-benda purbakala yang berupa candi, bangunan peribadatan, dan lain sebagainya.
  6. Geneologi yaitu ilmu yang mengotentikasi silsilah atau keturunan berdasarkan hubungan darah, misalnya sejarah raja-raja Aceh
  7. Ikonografi yaitu ilmu yang mempelajari tentang arca-arca berserta ciri-cirinya.
  8. Palaeotologi yaitu ilmu yang mempelajari fosil-fosil baik itu tumbuhan, hewan hingga manusia. Kajian paleontologi erat hubungannya dengan geologi, fisika, botani (tumbuh-tumbuhan), zoology (ilmu hewan).
  9. Geologi ilmu yang mempelajari lapisan bumi.

Selain berbagai ilmu bantu yang disebutkan di atas, tentunya masih banyak lagi ilmu bantu dalam sejarah. Dalam perkembangan ilmu sejarah, ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, psikologi, antropologi, politikologi, ekonomi, dan lain sebagainya menjadi “ilmu-ilmu Bantu” sejarah. Konsep-konsep dari ilmu-ilmu sosial membantu atau menjadi alat (tools) untuk kajian sejarah yang analitis-kritis serta ilmiah. Para sejarawan yang disebut “social theory historians” atau “constructionists” harus mengetahui dan menguasai sejumlah konsep ilmu sosial yang relevan dan signifikan bagi analisis teoritisnya

Sumber:

Rustam Tamburaka (1997). Pengantar ilmu sejarah, teori filsafat sejarah, sejarah filsafat dan IPTEK.

No Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *