Sebab Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya

peninggalan sriwijayaKerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan maritim terbesar di Indonesia. Penduduk Sriwijaya sebagain besar menganut agama Budha. Letak yang strategis dan memiliki angkatan laut yang kuat membuat bendar-bandar Sriwijaya disinggahi oleh banyak pedagang. Sriwijaya menguasai Selat Malaka, Selat Sunda, Semenanjung Malaya, dan Tanah Genting Kra yang merupakan pusat perdagangan. Faktor lain yang membuat Sriwijaya tumbuh menjadi kerajaan besar adalah hasil bumi Sriwijaya yakni rempah-rempah dan emas tersedia melimpah.

Penghasilan pendapatan Sriwijaya berasal dari bea cukai barang dagangan, bea cukai kapal asing yang melalui Bandar Sriwijaya, upeti para daerah taklukan dan hasil bumi serta perdagangan sendiri. Namun pada akhirnya Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran dan pada akhirnya runtuh. Sebab kemunduran karena beberapa hal antara lain :

  1. Keadaan sekitar Sriwijaya berubah, tidak lagi dekat dengan pantai. Hal ini disebabkan aliran Sungai Musi, Ogan, dan Komering banyak membawa lumpur sehingga mengalami pendangkalan. Akibatnya. Sriwijaya tidak baik untuk perdagangan
  2. Banyak daerah kekuasaan Sriwijaya yang melepaskan diri. Hal ini disebabkan terutama karena melemahnya angkatan laut Sriwijaya, sehingga pengawasan semakin sulit.
  3. Terdesak perkembangan kerajaan di Thailand yang meluaskan pengaruhnya ke selatan.
  4. Tidak adanya tokoh yang cakap dan berwibawa untuk memimpin kerajaan.
  5. Dari segi politik, beberapa kali Sriwijaya mendapat serangan dari kerajaan-kerajaan lain. Tahun 1017 M Sriwijaya mendapat serangan dari Raja Rajendracola dari Colamandala, namun Sriwijaya masih dapat bertahan. Tahun 1025 serangan itu diulangi, sehingga Raja Sriwijaya, Sri Sanggrama wijayattunggawarman ditahan oleh pihak Kerajaan Colamandala. Tahun 1275, Raja Kertanegara dari Singhasari melakukan Ekspedisi Pamalayu. Hal itu menyebabkan daerah Melayu lepas. Tahun 1377 armada angkatan laut Majapahit menyerang Sriwijaya. Serangan ini mengakhiri riwayat Kerajaan Sriwijaya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *