Sejarah pembentukan OKI

okiOrganization of Islamic Conference atau Organisasi Konferensi Islam (OKI) merupakan organisasi yang didirikan oleh negara-negara Islam. Sebab khusus dari pembentukan OKI adalah adanya pembakaran Masjidil Agsha oleh Israel. Hal ini mendapatkan kecaman dari negara-negara Islam. Atas prakarsa dari Raja Husein dari Maroko dan Raja Faisal dari Arab Saudi dibentuklah Panitia penyelenggara KTT yang beranggotakan Malaysia, Palestina, Saudi Arabia, Maroko, Somalia, dan Nigeria.

Pada 25 sampai 26 Agustus 1969, berlangsung konferensi darurat para menteri luar negeri anggota Liga Arab. Hasil konferensi tersebut adalah mendesak agar diselenggarakan KTT Negara Islam. Tugas menyiapkan KTT tersebut kemudian diserahkan kepada Saudi Arabia dan Maroko. Saudi Arabia kemudian membentuk. Pada 22 – 25 September 1969 diadakan KTT di Rabat Maroko. Deklarasi Rabat menghasilkan:

  1. Mengutuk pembakaran Masjid Agsha oleh Israel
  2. Menuntut penarikan tentara Israel dari seluruh Arab yang didudukinya
  3. Menuntut dikembalikannya kota Yerusalem sebagai mana sebelum tahun 1967

Keputusan yang dihasilkan dalam KTT tersebut adalah kutukan terhadap tindakan Israel menduduki Yerusalem dan rencana konferensi tingkat menteri luar negeri negra Islam di Jeddah, Saudi Arabia. Berdasarkan keputusan konferensi di Jeddah iniah dibentuk Organisasi Konferensi Islam di Karachi, Pakistan pada Desember 1970.

Tujuan dibentuknya Organisasi Konferensi Islam (OKI), antara lain:

  1. Meningkatkan solidaritas Islam antaranggotanya
  2. Berusaha menghapuskan perbedaan rasial, kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya, serta masalah diskriminasi.
  3. Mengkoordinasi usaha-usaha untuk melindungi tempat-tempat suci Islam
  4. Membendung dan membantu perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh hak-hak serta tanah airnya
  5. Memperteguh perjuangan Islam dengan maksud melindungi kehormatan, kemerdekaan, dan hak-hak nasional mereka.

Ada dua badan dalam Organisasi Konferensi Islam, yaitu Badan-Badan Utama dan Komite-Komite Khusus

Badan-badan utama. Badan-badan utama dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) ada empat macam, yaitu KTT OKI, Konferensi Menteri Luar Negeri, Sekretariat Jendral, dan Mahkamah Islam Internasional. (

  1. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) KTT OKI merupakan pertemuan yang dihadairi oleh kepala negara dan pemerintahan negara anggota OKI. KTT ini biasanya diselenggarakan tiap tiga tahun sekali. KTT OKI merupakan otoritas tertinggi dalam OKI.
  2. Konferensi Menteri Luar Negeri. Konferensi Menteri Luar Negeri biasanya diselenggarakan tiap tahun. Konferensi ini biasanya membahas tentang pelaksanaan kebijakan OKI.
  3. Sekretariat jendral. Sekretariat jendral merupakan badan eksekutif yang dipimpin oleh seseorang sekretaris jendral dengan empat orang asisten. Sekretariat jendral OKI berkedudukan di Jeddah, Saudi Arabia.
  4. Mahkamah Islam Internasional. Mahkamah islam internasional merupakan badan pengadilan yang bertugas menyelesaikan persengketaan antaranggota secara damai. Mahkamah ini berkedudukan di Kuwait.

Organisasi Konferensi Islam (OKI) mempunyai tiga komite khusus, yaitu Komite Al Quds Yerusalem, Komite tetap keuangan, dan komite ekonomi, sosial dan budaya.

  1. Komite Al Quds Yerusalem. Komite Al Quds Yerusalem beranggotakan lima belas orang yang diketahui oleh Raja Hasan dari Maroko. Komite ini dibentuk tahun 1975 dengan tujuan mengadakan pengkajian dari resolusi-resolusi yang diambil OKI atau organisasi Internasional yang menyangkut masalah Yerusalem.
  2. Komite tetap keuangan. Komite tetap keuangan beranggotakan semua negara anggota OKI. Komite ini bertugas mempersiapkan, melakukan, dan melaksanakan pengawasan atau penggunaan anggaran sekretariat jendral.
  3. Komite ekonomi, sosial dan budaya. Komite ekonomi, sosial da budaya beranggotakan semua negara anggota OKI. Komite ini bersidang dua kali dalam setahun di salah satu negara anggota.

Pada awal pembentukanny, OKI hanyak bergerak dalam kasus pembakaran Masji Agsha, namun dalam perkembangannya menangani masalah-masalah politik, ekonomi dan sosial budaya

Bidang Politik

  1. Mendukung dan membentu perjuangan PLO
  2. Mengecam invasi Rusia ke Afghanistan dan menuntut mundur dari wilayah tersebut
  3. Mengusahakan perdamaian Iran-Iran

Bidang Ekonomi

  1. Mendirikan Bank Pembangunan Islam untuk membantu negara-negara anggota
  2. Membentuk pusat-pusat dan penelitian masalah ekonomi

Bidang Sosial-Budaya

  1. Membentuk Dana Solidaritas Islam di Jeddah
  2. Mendirikan Pusat Riset Sejarah, Kesenian dan Budaya Islam di Istanbul
  3. Mendirikan dana ilmu, teknologi dan pembangunan di Jeddah
  4. Mendirikan pusat riset dan latihan di Dacca

Negara Anggota

Afghanistan, Aljazair, Chad, Guienea, Indonesia, Iran, Kuwait, Lebanon, Libya, Malaysia, Mali, Maroko, Mauritania, Mesir, Niger, Pakistan, Palestina, Arab Saudi, Senegal, Sudan, Somalia, Tunisia, Turki, Yaman, Yordania, Bahrain, Oman, Qatar, Suriah, Uni Emirat Arab, Sierra Leone, Bangladesh, Gabon, Gambia, Guinea-Bissau, Uganda, Burkina Faso, Kamerun, Komoro, Irak, Maladewa, Djibouti, Benin, Brunei Darusalam, Nigeria, Azerbaijan, Albania, Kirgistan, Tajikistan, Turmeninstan, Mozambik, Kazakhstan, Uzbekistan, Suriname, Togo, Guyana, Pantai Gading.

Penyelenggaran KTT OKI

  1. KTT I : di Rabat, Maroko (1969)
  2. KTT II : di Lahore, Pakistan (1974)
  3. KTT III : di Taif, Arab Saudi (1981)
  4. KTT IV : di Casablanca, Maroko (1984)
  5. KTT V : di Kuwait City, Kuwait (1986)
  6. KTT VI : di Dakar, Sinegal (1991)
  7. KTT VII : di Dacca, Bangladesh (1995)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *