Soal Kerajaan Hindu-Budha beserta pembahasan

  1. Jelaskan perkembangan agama Hindu di India? Jawab : “perkembangan agama Hindu di India kerajaan-hindu-budha-di-indonesiadibagi menjadi empat zaman yaitu Zaman Weda, Brahmana, Upaishad, dan Zaman Budha. Zaman Weda yaitu merupakan fase pertama perkembangan agama Hindu di India. Pengembangan agama Hindu berada di daerah Punjab. Wahyu Weda diturunkan secara bertahap. Pada zaman ini masyarakat sudah terbagi menjadi empat kasta. Zaman Brahmana (1000-750 SM) yakni dimana kaum Brahmana memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Zaman Upanishad (750-500 SM) yakni zaman dimana agama Hindu tidak hanya mengajarkan upacara keagamaan, tetapi juga falsafah Hindu. Zaman Budha (500 SM – 300 M) masa dimana agama Budha mulai berkembang.”
  2. Jelaskan perkembangan agama Budha di India? Jawab “Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta Gautama di India pada tahun ± 531 SM. Ayahnya seorang raja bernama Sudhodana dan ibunya Dewi Maya. Buddha artinya orang yang telah sadar dan ingin melepaskan diri dari samsara. Kelahiran dari Budha merupakan penentangan terhadap dominasi kaum Brahmana pada agama Hindu. Penyabaran agama Budha pertama kali dilakukan di Sarnath. Agama Budha mencapai puncak pada masa pemerintahan Raja Asoka. Akan tetapi pasca meninggalnya raja Asoka, agama Budha mengalami penurunan. Agama Budha berkembang terbagi menjadi dua yakni aliran Mahayana (kendaran besar) dan Hinayana (kendaraan kecil)
  3. Jelaskan teori teori masuknya agama dan kebudayaan Hindu di Indonesia! Jawab “Muncul berbagai teori tentang masuknya agama Hindu ke Indonesia antara lain Teori Brahmana, Teori Ksatria, Teori Waisya, Teori Sudra, dan Teori Arus Balik. Teori Brahmana dikemukakan oleh J.C Van Leur yang menyatakan bahwa penyebar agama Hindu ke Indonesia adalah kasta Brahmana. Teori Ksatria dikemukakan oleh C.C Berg dan J.L Moens yang menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu ke Indonesia dilakukan oleh para Ksatria yang melakukan penaklukan terhadap wilayah Indonesia. Teori Waisya dikemukakan oleh N.J Krom yang menyatakan bahwa agama Hindu dibawa ke Indonesia oleh para pedagang. Teori Sudra oleh Van Faber yang menyatakan bahwa penyebar agama Hindu ke Indonesia adalah kamu Sudra yang ingin mengubah nasib. Teori Arus Balik oleh F.D.K Bosch yang menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu di Indonesia merupakan peran aktif orang Indonesia yang belajar agama Hindu di India”.
  4. Jelaskan cara penyebaran agama Budha hingga ke Indonesia! Jawab : “Penyebaran agama Budha langsung dilakukan oleh para Bhiksu maupun Bhiksuni yang berlayar ke penjuru dunia. Hal ini dikarenakan mereka memiliki kewajiban untuk menyebarkan agama”
  5. Tunjukkan bukti bahwa kaum Brahmana dalam kehidupan sosial masyarakat Kutai memiliki kedudukan yang istimewa! Jawab : “Kaum Brahmana memiliki kedudukan yang terhormat karena bertugas sebagai pemimpin dalam upacara Vratasoma. Salah satu bukti penghormatan adalah dengan bukti Prasasti Yupa yang menjelaskan mengenai kaum Brahmana dihadiahi 20.000 ekor sapi oleh Raja Mulawarman”
  6. Tunjukkan bukti bahwa Kerajaan Kutai merupakan kerajaan bercorak Hindu Siwa! Jawab : “kerajaan Kutai bercorak Hindu Siwa hal ini dibuktikan dengan adanya tempat suci Waprakeswara yang merupakan tempat pemujaan Dewa Siwa”.
  7. Jelaskan penyebab runtuhnya Kerajaan Kutai! Jawab : “Kerajaan Kutai diperkirakan runtuh sekitar tahun 1605 setelah Maharaja Darma Setia terbunuh dalam peperangan dengan Kerajaan Islam Kutai Kartanegara yang dipimpin oleh Raja Ali Pangeran Anom Panji. Setelah itu wilayah Kerajaan Kutai masuk dalam wilayah Kerajaan Kutai Kartanegara”
  8. Tunjukkan bukti sejarah Kerajaan Tarumanegara adalah Kerajaan Agraris! Jawab : Bukti mengenai Kerajaan Tarumanegara becorak agraris adalah dengan ditemukannya Prasasti Tugu yang berisi tentang penggalian Sungai Gomati dan Sungai Candrabagha untuk irigasi dan mencegah banjir”
  9. Tuliskan prasasti-prasasti yang menjadi sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara beserta isinya! Jawab : Prasari Tugu berisi tentang perintah untuk melakukan penggalian Sungai Gomati dan Sunga Candrabagha. Prasasti Ciaruteun isinya sebagai berikut:“ini (bekas) dua kaki, yang seperti kaki Dewa Wisnu, ialah kaki Yang Mulia Sang Purnawarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia”. Prasasti Kebon Kopi dipahatkan dalam satu baris yang diapit oleh dua buah pahatan telapak kaki gajah. Isinya sebagai berikut:“Di sini tampak sepasang telapak kaki……yang seperti (telapak kaki) Airawata, gajah penguasa Taruma (yang) agung dalam……dan (?) kejayaan”. Prasasti Muara Cianten belum bisa dibaca. Prasasti Jambu (Pasir Koleangkak) Isinya sebagai berikut:“Gagah, mengagumkan dan jujur terhadap tugasnya, adalah pemimpin manusia yang tiada taranya, yang termashur Sri Purnawarman, yang sekali waktu (memerintah) di Tarumanegara dan yang baju zirahnya yang terkenal tiada dapat ditembus senjata musuh. Ini adalah sepasang telapak kakinya, yang senantiasa berhasil menggempur musuh, hormat kepada para pangeran, tetapi merupakan duri dalam daging musuh-musuhnya”. Prasasti Cidanghiang (Lebak) dituliskan dalam dua baris tulisan beraksara pallawa dan bahasa sanskerta. Isinya sebagai berikut: “Inilah (tanda) keperwiraan, keagungan, dan keberanian yang sesungguhnya dari Raja Dunia, Yang Mulia Purnwarman, yang menjadi panji sekalian raja-raja:.. Prasasti Pasir Awi prasasti ini tidak dapat dibaca karena inskripsi ini lebih berupa gambar (piktograf) dari pada tulisan. Di bagian atas inskripsi terdapat sepasang telapak kaki.”
  10. Tunjukkan bukti bahwa Kerajaan Holing merupakan kerajaan bercorak Budha! Jawab : “Kerajaan Holing atau Kalingga bercorak Budha dengan bukti adanya berita dari Tiongkok berupa catatan I-Tsing tahun 664-667 M yang menyebutkan kedatangan pendeta Budha asal Tiongkok, Hui-Ning ke Holing yang menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha ke dalam Bahasa Cina. Ia bekerjasama dengan pendeta Jawa bernama Janabadra. Kitab terjemahan itu antara lain memuat cerita tentang Nirwana, tetapi cerita ini berbeda dengan cerita Nirwana dalam agama Buddha Hinayana. Maka dapat disimpulkan bahwa corak kerajaan Holing adalahn Budha.”
  11. Jelaskan struktur pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno! Jawab : “Pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno tertinggi adalah Raja. Raja dibantu oleh tiga menteri yaitu Rakyan I hino, Rakyan I Halu, dan Rakyan I Sirikan. Ketiga jabatan tersebut membantu raja dalam menjalankan tugasnya. Selain itu juga terdapat dewan penasihat yang terdiri dari lima orang patih”
  12. Mengapa Mpu Sindok memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Mataram ke Jawa Timur? Jawab : “Berbagai Teori muncul kaitannya dengan pemindahan Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur antara lain (a) adanya bencana alam, meletusnya gunung Merapi, (b) menghindari serangan dari Kerajaan Sriwijaya, (c) mencari daerah yang subur, (d) keadaan alam Jawa Timur terbuka untuk melakukan pengembangan aktivitas perdagangan.”
  13. Tuliskan peninggalan sejarah Dinasti Sanjaya dan Dinasti Sailendera! Jawab : “Dinasti Sanjaya yang bercorak Hindu meninggalkan beberapa Candi yang bercorak Hindu seperti Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Kompleks Candi Dieng dan Kompleks Candi Gedong Songo. Sedangkan Dinasti Sailendera yang beragama Budha meninggalkan candi-candi yang bercorak Budha seperti Candi Borobudur, Mendut dan Candi Pawon”.
  14. Apakah yang dimaksud dengan peristiwa Pralaya pada masa Kerajaan Medang Kamulan? Jawab : “Peristiwa Pralaya yaitu terjadi serangan dari Kerajaan Wura Wari yang menyebabkan terbunuhnya raja Medang Kamulan, Dharmawangsa”.
  15. Apakah tujuan Airlangga membagi dua wilayah Kerajaan Medang Kamulan? Jawab :” Untuk mencegah kemungkinan perang saudara, maka Airlangga membagi Kerajaan Medang Kamulan. Tugas pembagian diserahkan kepada Mpu Bharada, seorang petinggi istana, membagi Medang Kamulan menjadi dua; Panjalu (disebut juga Kediri) diberikan kepada Samarawijaya dengan ibu kota Daha, Jenggala diberikan kepada Panji Garasakan dengan ibu kota Kahuripan.”
  16. Jelaskan struktur kehidupan sosial ekonomi Kerajaan Kediri! Jawab :“Penduduk Kerajaan Kediri dibagi menjadi tiga golongan yaitu golongan pemerintah pusat, petani dan non pemerintahan. Pemerintah kerajaan Kediri sudah menerapkan sistem pajak. Ada juga hukuman bagi para pelaku kejahatan berupa hukuman denda”.
  17. Mengapa pada masa Kerajaan Kediri karya sastra berkembang dengan pesat? Tuliskan contohnya. Jawab : “Kondisi negara yang aman dan tentram membuat raja-raja Kediri sangat memperhatikan budaya kerajaan terutama dalam bentuk karya sastra sehingga pada zaman Kediri berkembang pesat. Karya sastra yang ada pada masa Kerajaan Kediri antara lain: Bharatayudha karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Kitab Lubdaka ditulis oleh Mpu Tanukung. Kitab Smaradhahana karya Mpu Dharmaja. Kitab Krenayana oleh Mpu Triguna”
  18. Jelaskan penyebab runtuhnya Kerajaan Kediri! Jawab : “Kerajaan Kediri runtuh pada masa Raja Kertajaya akibat adanya Peristiwa Ganter tahun 1222 yakni peperangan antara Kerajaan Kediri dengan Ken Arok yang dibantu oleh para Brahmana.”
  19. Jelaskan upaya Ken Arok meraih tahta Kerajaan Kediri! Jawab : “Ken Arok menjadi raja Kediri berawal dari keberhasilan Ken Arok menguasai Tumapel. Ken Arok berhasil menyingkirkan Akuwu Tumapel, yakni Tunggul Ametung dan kemudian memperistri Ken Dedes. Kemudian atas bantuan para Brahmana, Ken Arok berhasil mengalahkan raja Kediri, Kertajaya, pada peristiwa Ganter.”
  20. Jelaskan upaya Kertanegara demi memperluas kekuasaan Singasari! Jawab :“Berbagai upaya dilakukan oleh Kertanegara untuk memperluas kekuasaan Singasari antara lain : (a) melakukan ekspedisi Pamalayu, (b) memperkuat angkatan perang, (c) menjalin hubungan diplomatic dengan Kerajaan Campa, dan (d) menaklukan daerah-daerah sekitar.”
  21. Tuliskan tiga jabatan menteri utama dalam pemerintahan Singasari! Jawab : “Tiga menteri utama yaitu mahamenteri I hino, mahamenteri I halu, dan mahamenteri I sirikan”
  22. Jelaskan penyebab runtuhnya Kerajaan Singasari? Jawab : “Kerajaan Singasari runtuh akibat adanya serangan dari Jayakatwang”
  23. Apakah yang dimaksud dengan Sumpah Palapa? Jawab : “Sumpah Palapa diucapkan oleh Gajah Mada saat diangkat oleh Tribuana Tunggadewi menjadi mahapatih Majapahit. Sumpah Palapa berarti tidak akan makan palapa sebelum nusantara bisa bersatu”
  24. Apakah yang dimaksud dengan Perang Bubat dan Perang Paregrek? “Perang Bubat terjadi pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Peristiwa Bubat sendiri adalah peristiwa pertempuran antara Kerajaan Majapahit dengan Kerajaan Pajajaran di daerah Bubat. Kerajaan Pajajaran merupakan salah satu Kerajaan yang sulit ditaklukan oleh Majapahit. Kemudian strategi yang dilakukan oleh Majapahit adalah dengan melakukan perkawinan politik antara Hayam Wuruk dari Majapahit dengan putrid raja Pajajaran yang bernama Dyah Pitaloka. Terjadi perbedaan pendapat sehingga terjadi pertempuran yang berakhir dengan kekelahan dipihak Kerajaan Pajajaran. Sedangkan Perang Paregreg adalah perang saudara antara Bhre Wirabhumi dengan Wikramawardhani merebutkan kekuasaan Kerajaan Majapahit sepeninggalnya Hayam Wuruk.”
  25. Jelaskan struktur pemerintahan Kerajaan Majapahit! Jawab : “Pada masa Kerajaan Majapahit terdapat berbagai jabatan penting seperti Rakryan mahamenteri katrini, Rakryan mantra ri pakira-kiran, Dharmmadhyaksa, Dharmma-upapati, Bhattara Saptaprabhu, dan Uparaja paduka bhatara.”
  26. Jelaskan penyebab runtuhnya Kerajaan Majapahit! Jawab : Kerajaan Majapahit runtuh akibat berbagai faktor antara lain (a) terjadinya perang Paregreg, (b) tidak adanya pengganti yang sepadan raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, (c) banyak daerah yang melepaskan diri, (d) serangan dari Kerajaan Demak.”
  27. Jelaskan struktur pemerintahan Kerajaan Sriwijaya! Jawab : “Struktur Kerajaan Sriwijaya terdiri atas beberapa pejabat pemerintah yaitu Bupati, Senopati, Dandanayaka (hakim), hayaka (pemungut pajak), prataya (pengurus kekayaan raja), kumara matya (menteri), kayatsha (juru tulis) dan sthapaka (rohaniawan kerajaan).”
  28. Jelaskan hubungan antara Kerajaan Sriwijaya dengan Bajak Laut! Jawab “Para bajak laut memiliki peranan penting dalam perdagangan laut Kerajaan Sriwijaya. Mereka diberi kekuasaan dan keuntungan dari perdagangan yang berlangsung”
  29. Jelaskan hubungan antara Kerajaan Sriwijaya dengan kerajaan dari India! Jawab: “Kerajaan Sriwijaya melakukan hubungan diplomatic dengan Kerajaan Chola dan Nalanda di India. Di India ditemukan Prasasti Nalanda yang berisi tentang raja Nalanda membebaskan lima desa dari pajak, tetapi lima desa tersebut harus membiayai pelajar Sriwijaya yang menuntut ilmu di Kerajaan Nalanda”.
  30. Jelaskan faktor faktor penyebab runtuhnya Kerajaan Sriwijaya! Jawab; “Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran akibat serangan dari berbagai Kerajaan antara lain Kerajaan Chola dari India (1023 M dan 1030 M), Ekspedisi Pamalayu oleh Kertanegara, dan serangan dari Kerajaan Majapahit. Selain itu runtuhnya Kerajaan Sriwijaya juga disebabkan oleh kemunduran perekonomian Sriwijaya akibat mendangkalnya sungai Musi. Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya juga disebabkan oleh banyak daerah yang melepaskan diri”.
  31. Jelaskan struktur pemerintahan Kerajaan Bali! Jawab : “Struktur pemerintahan Kerajaan Bali terdiri dari (a) keluarga raja yang memerintah secara turun temurun, (b) badan penasihat raja yang disebut pakirankiran ijro makabehan yang terdiri atas senopati, pendata Budha (dang updyaga) dan pendeta Hindu (dang acrya), (c) dan pegawai pemerintah bagian pemerintahan, pemungutan pajak dan administrasi”
  32. Jelaskan perkembangan kebudayaan di Kerajaan Bali dan peninggalan peninggalannya! Jawab : “Penduduk di Kerajaan Bali menganut agama Hindu-Dharma yakni sinkritisme antara agama Hindu dengan kepercayaan asli penduduk Bali. Muncul berbagai kesenian di Bali antara lain patapukan (topeng), pamukul (penabuh gamelan),  abanwal (permainan badut), abonjing (music angklung), bhangin (peniup suling) dan perbwayang (permainan wayang). Peninggalan kerajaan Bali lainnya yaitu :Prasasti Sanur/ Blanjongan, Kompleks candi Gunung Kawi, dan Pura Bekasih”
  33. Jelaskan pengaruh agama dan kebudayaan Hindu-Budha dalam bidang politik! Jawab :“Masuknya agama Hindu-Budha membawa pengaruh dalam bidang kehidupan masyarakat Indonesia salah satunya adalah dalam bidang politik antara lain munculnya sistem dinasti, muncul feodalisme, adanya konsep kultus dewaraja, dan muncul berbagai kerajaan yang bercorak Hindu-Budha”
  34. Jelaskan perbedaan antara Candi Hindu dengan Candi Budha! Jawab : “Perbedaan Candi Hindu dan Budha salah satunya adalah berdasarkan fungsinya. Candi Hindu berfungsi sebagai tempat pemujaan dan makam raja, sedangkan candi Budha biasanya hanya sebagai tempat pemujaan saja. Bentuk candi Hindu dan Budha juga berbeda. Candi-candi yang bercorak Hindu terlihat lebih ramping, relief tentang dewa-dewi ataupun simbolis, tidak menonjol, menghadap ke barat, dan terletak di bagian belakang. Sedangkan untuk candi-candi yang bercorak Budha bentuknya lebih tambun, reliefnya tentang kehidupan sang Budha, bersifat naturalis, menghadap ke arah timur, dan bagian inti candi terletak di tengah halaman.”
  35. Tuliskan beberapa contoh peninggalan masa Hindu-Budha dalam bidang budaya yang masih dapat kita jumpai sekarang ini! Jawab : “sebagian masyarakat Indonesia menganut agama Hindu-Budha, uapacara ngaben, galungan, nyepi dan waisak. Masyarakat menggunakan sistem kasta. Berbagai candi yang masih ada hingga saat ini.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *