Unsur Utama Sejarah

sejarahIlmu Sejarah adalah ilmu yang menggairahkan, karena ia mengajak manusia untuk memikirkan kembali keberadaannya, sambil bertamasya ke masa silam. Dengan belajar sejarah, kita akan meneruskan peradaban yang sudah ada, tidak memulai kehidupan dari titik nol. Tentu saja, bagi para sejarawan, gairah sejarah tidak hanya terletak sebatas ini. Sejarawan sebagai orang yang “memproduksi” sejarah justru menjadi gairah ketika ia melakukan pencarian terhadap sebuah kebenaran peristiwa sejarah. Pada peristiwa sejarah terdapat tiga unsur utama yang saling mempengaruhi yaitu manusia, waktu dan ruang.

Hubungan ketiga unsur tersebut adalah manusia sebagai pelaku dari sejarah, pada ruang tertentu dalam kurun waktu tertentu.

Unsur Manusia

Kejadian pada masa lalu itu berlaku dalam masyarakat manusia, yakni gejala, perbuatan  dan keadaan manusia dalam ruang dan waktu tertentu. Manusia merupakan salah satu unsur yang penting dalam sejarah. Manusia adalah pemeran utama dalam peristiwa sejarah. Sejarah adalah sejarahnya manusia bukan sejarah tumbuhan atau binatang. Manusia sebagai pelaku dan penulis sejarah itu sendiri. Ernst Berheim menyatakan bahwa manusia merupakan objek sejarah.

Unsur Waktu

Secara singkat konsep waktu itu ada dan bagai mana pemanfaatan waktu itu didasarkan kepada kesadaran manusia. Hanya manusialah yang sadar akan waktu, maka hanya manusia yang mempunyai sejarah (Zoon Historikon). Konsep waktu dalam sejarah meliputi waktu atau tempo ialah proses kelangsungan dan waktu (duration) yaitu kesatuan dari kelangsungan waktu berdimensi tiga: waktu yang lalu, sekarang, dan waktu yang akan datang (the fast, the present, the future). Penentuan waktu penting sebagai batas tinjauan kerangka gerak sejarah. Waktu perlu dibuat batasan awal dan akhirnya yang disebut kurun waktu atau babakan waktu (periode) secara berurutan yaitu prinsip kronologi dalam sejarah.

Unsur Ruang (Dimensi Spasial)

Proses sejarah berlangsung dengan batasan ditinjau dari tempat atau lokasiterjadinya peristiwa-peritiwa sejarah. Maka sejarah dapat dikategorika dalam sejarah lokal, sejarah daerah, sejarah nasional, sejarah wialayah sebagian benua, sejarah benua dan sejarah dunia/global. Ruang geografis sebagai medan sejarah seakan-akan bergerak, yakni meluas dan menciut (sejarah adalah geografi dalam gerak). Geografi meninjau kegiatan manusia dan hasil karyanya dalam dimensi ruang. Sedangkan dalam sejarah meninjau perkembangan kegiatan tersebut dalam dimensi ruang dan waktu. Oleh karena itu dalam mengkaji suatu masalah sejarah membutuhkan ilmu bantu lain, sebagai contoh adalah geografi.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *