Kerajaan Islam di Indonesia (1)

jalur_pasca_malakaIslam berkembang pesat di Indonesia. Letak Indonesia yang menjadi tempat persinggahan para pedagang yang menghubungkan antara cina dan India hingga Timur-Tengah menjadikan berbagai tempat di pesisir pantai menjadi daerah yang ramai. Islam pada mulanya berkembang di daerah pesisir pantai, kemudian menyebar ke daerah pedalaman. Masuknya pengaruh Islam dalam bidang politik berdampak pada munculnya berbagai kerajaan yang bercorakan Islam menggantikan kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha.

Daerah yang pertama kali tersentuh oleh Islam adalah daerah yang berada di sekitar Selat Malaka. Sewaktu Malaka dikuasai oleh Portugis, maka para pedagang Islam memindahkan tempat perdagangan di daerah lain di sekitar Selat Malaka.

Kerajaan yang bercorak Islam di sekitar Selat Malaka antara lain:

Kerajaan Samudera Pasai (abad 13)

  • Terletak di Aceh, dekat kota Louksumawe
  • Merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Meskipun masih diperdebatkan apakah kerajaan Islam pertama di Indonesia Samudera Pasai atau Kerajaan Perlak?
  • Pendirinya adalah Nazamudin Al Kamir dari Mesir
  • Raja yang terkenal adalah Sultan Malik Al Shaleh alias Merah Silu
  • Memiliki letak yang strategis
  • Kerajaan runtuh akibat serangan dari Kerajaan Majapahit
  • Berdasarkan bukti makan yang ditemukan menandakan bahwa Islam yang ada di Samudera Pasai berasal dari Gujarat/India

Kerajaan Malaka (abad 15)

  • Terletak di Malaka/ Malaysia
  • Didirikan oleh Parameswara dari Kerajaan Majapahit
  • Menjadi pelabuhan transito yakni persinggahan dari berbagai pedagang
  • Dikuasai oleh Portugis pada tahun 1511 yang dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque

Kerajaan Aceh (abad 16)

  • Didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah
  • Mencapai puncan pada masa Sultan Iskadar Muda
  • Pernah melakukan penyerangan terhadap Portugis di Malaka akan tetapi gagal
  • Melakukan kerjasama dengan Turki, Inggris dan Belanda
  • Pada masa Sultan Iskandar Thani muncul ulama besar yang bernama Nuruddin Ar-Ranari yang karyanya yaitu kitab Bustanussalatin
  • Kehidupan sosial masyarakat dibagi menjadi dua gologan yakni Teuku (Bangsawan) dan Tengku (Ulama)
No Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *