Revolusi Industri

revolusi industri inggrisSecara umum, Revolusi Industri itu menyangkut perubahan teknologi, sosial ekonomi, dan budaya yang terjadi pada akhir abad XVIII dan awal abad XIX di daratan Eropa. Saat itu terjadi penggantian kegiatan ekonomi yang berdasarkan manusia (pekerja) dengan mesin dan industri. Pelopor Revolusi Industri adalah Inggris yaitu dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt, dengan menggunakan batu bara sebagai bahan bakar dan ditenagai oleh mesin. Perubahan dengan cepat terjadi setelah peralatan mesin juga berkembang dengan pesat terutama mesin produksi.

Revolusi Industri adalah perubahan mendasar dari sistem ekonomi agraris menjadi sistem ekonomi industri. Revolusi Industri adalah mekanisasi dalam proses produksi. Terjadi perubahan dari yang semula produksi menggunakan tenaga manusia atau binatang berganti menjadi tenaga mesin yang menyebabkan proses produsi semakin cepat dan menghasilkan banyak barang. Revolusi Industri pada awalnya berkembang di Inggris sekitar tahun 1760an. Pada masa revolusi industry masyarakat mulai menggunakan mesin tenun, pemintal, lokomotif dan lain sebagainya. Mesin menjadi kekuatan dalam produksi paling vital dalam menggerakan produksi.

Revolusi Industri yang terjadi di Inggris memiliki tahap-tahap produksi sebagai berikut.

  1. Tahap home industry atau domestic System di mana produksi dikerjakan di dalam rumah pekerja dengan peralatan sendiri.
  2. tahap industry manufaktur dengan menggunakan lokasi tertentu sebagai tempat bekerja sekaligus sebagai tempat penjualan produksi. Biasanya dikerjakan oleh sepuluh orang.
  3. Tahap factory system atau digunakannya tenaga mesin dengan jumlah pekerja yang banyak

Inggris merupakan negara awal yang mempelopori terjadinya revolusi Industri. Ada berbabagai alasan yang menyebabkan negara ratu Elizabeth ini menjadi negara yang pertama mempelopori revolusi Industri. Faktor Inggris menjadi pelopor revolusi Industri antara lain:

  1. Inggris merupakan salah satu negara yang aman pada abad ke-18. Kondisi yang aman tersebut, memungkinkan masyarakat Inggris untuk berpikir maju dalam bidang industry.
  2. Inggris memiliki tenaga kerja yang mendukung revolusi Industri
  3. Berkembangnya wiraswasta dan manufaktur. Sebelumnya di Eropa berkembang cara produksi dengan sistem Gilda (bengkel kerja dan pusat usaha). Setiap orang membutuhkan barang harus pesan lebih dahulu.
  4. Inggris kaya akan batubara dan bijih besi
  5. Penemuan mesin di Inggris, salah satunya adalah mesin uap yang ditemukan oleh James Watt
  6. Dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di Inggris dibentuk beberapa lembaga riset antara lain The Royal for Improving Natural Knowladge dan The Royal Society of England.
  7. Terjadinya Revolusi Agraria. Revolusi Agraria di Inggris disebabkan oleh berkembangnya kerajinan pakaian Wol. Untuk keperluan tersebut, tanah para bangsawan yang letaknya tersebar kemudian dikumpulkan dengan cara ditukar dengan tanah petani. Tanah kemudian dijadikan sebagai area peternakan.
  8. Adanya sistem ekonomi liberal

Salah satu pemacu berkembangnya Revolusi Industri adalah adanya penemuan-penemuan teknologi yang berguna bagi industry. Penemu dan temuannya sebagai berikut:

  • Abraham Darby menggunakan batu bara (cokes) untuk melelehkan bes (1709)
  • John Kay menemukan alat pintal. 1733
  • James Watt menemukan mesin uap yang mendorong lahirnya mesin-mesin lainnya. 1769
  • Richard Arkwright menemukan mesin pemintal yang otomatis. 1769
  • James Hargreaves menemukan alat pemintal yang diberi nama Spinning Jenney. 1770
  • Crompton menyatukan mesin pemintal dengan mesin tenun. 1779
  • Alessandro Volta dari Italia menemukan baterai (aliran listrik statis). 1780
  • Jacques dan Joseph Montgolfier dari Prancis menemukan balon udara. 1783
  • Edmund Cartwright menemukan mesin tenun bertenaga uap. 1786
  • Nicholas Cugnot menemukan mobil dengan mesin uap. 1801
  • Symington menemukan kapal api yang diberi nama Charlotte Dundas. 1802
  • Trevithick menemukan lokomotif. 1802
  • Robert Fulton menemukan kapal api pertama yang dapat melintasi jarak jauh. Untuk percobaan, kapal buatannya digunakan untuk menyeberangi Lautan Atlantik. 1807
  • Niepce menemukan sepeda. 1807
  • Niepce menemukan alat pemotret. 1827
  • Samuel Morse menemukan telegraf. 1832
  • Grove menemukan aki. 1836
  • Charles Goodyear, seorang Amerika Serikat, menemukan cara memvulkanisir karet yang dicampur dengan belerang sehingga karet yang semula lunak menjadi keras. 1841
  • Elias Howe menemukan mesin jahit. 1846
  • Alexander Graham Bell menemukan pesawat telepon yang dipamerkan pada tahun 1876
  • Thomas Alva Edison menemukan lampu pijar. 1880
  • Daimler menemukan mobil. 1887
  • Guglielmo Marconi menemukan radio. 1896
  • Zeppelin menemukan kapal udara berbahan bakar halogen. 1900
  • Wilbur dan Orville Wright menemukan pesawat terbang. 1903

Revolusi Industri terdiri dari tiga tahap.

  1. Revolusi Industri I ditandai dengan masih dipergunakannya teknik kuno, yaitu penggunaan uap untuk menggerakkan mesin yang berbahan bakar kayu atau batu bara. Revolusi tahap pertama terjadi di Inggris pada abad ke-18.
  2. Revolusi Industri II ditandai dengan penggunaan teknik baru berupa mesin bermotor yang berbahan bakar listrik atau bensin. Revolusi tahap kedua ini terjadi di Amerika Serikat dan Jerman pada abad ke-19.
  3. Revolusi Industri III ditandai dengan penggunaan teknik kimia-hayati berbahan bakar atom atau nuklir. Revolusi tahap ketiga ini terjadi di Amerika Serikat dan Uni Soviet pada abad ke-20.

Dampak Revolusi Industri

Pengaruh Revolusi Industri dalam bidang ekonomi ditandai dengan pembangunan daerah-daerah industri dilakukan secara besar-besaran. Revolusi industri juga berpengaruh terhadap munculnya kota-kota industri seperti Manchester, Liverpool, dan Birmingham. Kemunculan kota-kota industri tersebut merupakan satu keniscayaan ketika industri berkembang. Perkembangan pesat dalam bidang industri ternyata tidak hanya bersifat kuantitas melainkan juga berpengaruh terhadap kualitas barang industri yang meningkat tajam. Revolusi industri telah banar-benar mendorong warga Inggris untuk memperbaiki segala sesuatu berhubungan dengan hasil pekerjaan mereka

Revolusi Industri mendorong lahirnya paham-paham baru seperti Kapitalisme, Sosialisme dan Imperialisme Modern. Kapitalisme berakitan dengan pemilik modal (capital). Revolusi Industri memberikan pengatuh terbentuknya perusahaan perusahaan dagang hingga pada akhirnya perusahan dagang melakukan monopoli dan memunculkan adanya Imperialisme modern. Sebelum adanya Revolusi Industri di dunia berkembang Imperialisme kuno dengan semangat Gold (kekayaan), Glory (kejayaan) dan Gospel (menyebarkan agama nasrani). Pasca Revolusi Industri kemudian memunculkan Imperialisme Modern yang bermotifkan ekonomi untuk industri. Tanah jajahan digunakan untuk memperoleh sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk sumber produksi, daerah jajahan sebagai tempat pemasaran hasil produksi, dan tanah jajahan sebagai tempat penanaman modal (investasi).

Sedangkan sosialisme disebabkan oleh terjadinya kondisi buruk dalam kehidupan sosial kemasyarakatan pasca revolusi Industri.Para penganut sosialis menginginkan terbangunnya kesejahteraan masyarakat secara bersama-sama. Tokoh sosialisme antara lain: Robert Owen, Saint Simon, Karl Marx dan Frederich Engels. Sosialime radikal cenderung bersifat komunis.

Dampak negatif Revolusi Industri mendorong lahirnya Revolusi Sosial. Revolusi sosial adalah usaha untuk mengubah hidup rakyat dari tidak layak menjadi layak. Kota- kota industri di Inggris, seperti Liverpool, Manchester, dan Birmingham penuh sesak dengan perkampungan kumuh para buruh yang kurang terjamin kehidupannya sebab upah mereka murah. Untuk memperbaiki nasib mereka, pemerintah dan parlemen Inggris mengeluarkan kebijakan-kebijakan berikut: Catholic Emancipation Bill (1829), Reform Bill (1832), Abolition Bill (1833), Factory Act (1833), Poor Law (1834), Corn Law (1815 – 1846)

No Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *