Revolusi Kehidupan

Perubahan pola hidup mengembara dan berpindah-pindah (nomaden) menjadi menetap (sedenter) terjadi pada masa….

  1. Batu tua
  2. Batu madya
  3. Paleolitikum
  4. Batu muda

Pembahasan Soal

Zaman Praaksara adalah masa dimana tidak ditemukan tulisan. Secara arkeologi, zaman pra aksara dibagi menjadi zaman batu dan zaman logam. Zaman batu adalah masa kehidupan awal manusia yang ditandai dengan alat-alat batu sebagai peralatan hidup manusia. Zaman batu terbagi menjadi:

Zaman Paleolitikum

Zaman Paleolitikum artinya zaman batu tua (awal). Zaman ini ditandai penggunaan perkakas yang sangat primitive. Ciri-ciri kehidupan manusia pada zaman ini adalah:

  • Hidup secara berkolompok
  • Berdiam disekitar aliran sungai, goa atau pohon.
  • Mengandalkan makanan dari alam dengan cara mengumpulkan makanan (food gathering) dan berburu sehingga selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain (nomaden).

Di Indonesia manusia purba yang hidup adalah pithecanthropus erectus, pithecanthropus robustus, meganthropus paleojavanicus, homo soloensis dan homo wajakensis. Peralatan yang telah ditemukan pada tahun 1935 oleh Von Koenigswald di daerah Pacitan adalah kapak genggam dan chopper (alat penetak) dan kapak perimbas. Penggunaan kapak genggam sebagai alat berburu hampir merata diseluruh wilayah Indoensia di antaranya Pacitan, Sukabumi, Ciamis, Lahat. Bengkulu, Bali, Flores dan Timor.

Zaman mezolitikum

Zaman mezolitikum artinya zaman batu tengah (madya) atau disebut juga zaman mengumpulkan makanan tingkat lanjut dimulai pada akhir zaman es sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Ciri-ciri zaman mezolitikum:

  • Manusia yang hidup adalah bangsa melanesoid yang merupakan nenek moyang orang papua, semang, aeta, sakai, dan Aborigin
  • Food gathering (mengumpulkan makanan)
  • Tinggal di gua di bawah bukit karang (abris souche roche)
  • Munculnya kesenian pada dinding gua, yaitu gua leang-leang di Sulawesi Selatan oleh Ny. Heeren Palm pada tahun 1950.
  • Peralatan yang digunakan adalah Kapak sumatera (pebble culture) alat-alat dari tulang hewan (bone culture) dan alat serpih (flakes culture). Van stein Callenfels menemukan alat-alat berupa mata panah, flakes, batu penggiling di gua lawa dekat sampung, Ponorogo.
  • Ditemukan kjokenmonddinger (sampah dapur)

Zaman Neolitikum

Zaman Neolitikum artinya zaman batu baru (muda). Di Indonesia zaman neolitikum diperkirakan dimulai sekitar tahun 1500 SM. Cirri dari zaman Neolitikum:

  • terjadi rovulusi kehidupan dari food gathering menjadi Food producing (menghasilkan makanan), yaitu dengan bercocok tanam dan memelihara ternak.
  • Kehidupan menetap (sedenter) di rumah panggung untuk menghindari binantang buas
  • Adanya perubahan pola hidup (Revolusi kebudayaan) yakni perubahan pola hidup yang berpindah pindah menjadi menetap.
  • Peralatan hidup yang digunakan adalah: beliung persegi dan kapak lonjong. Kepak persegi menyebar di indoneisa bagian barat diperkirakan budaya ini berasal dari kebudayaan Boscon Hoabinh. Kapak lonjong tersebar di Indonesia bagian timur yang didatangkan dari Jepang.

Zaman Megalitikum

Zaman megalitikum artinya zaman batu besar. Pada zaman ini manusia sudah mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Peninggalan megalitikum ditemukan di Nias, Sumba, Flores, sumatera selatan, Sulawesi tenggara dan Kalimantan dalam bentuk:

  • Menhir (tugu batu sebagai tempat pemujaan)
  • Dolmen (meja batu untuk menaruh sesajen)
  • Sarkofagus (bangunan berbentuk lesung yang menyerupai peti mati)
  • Kubur batu (lempeng batu yang disusun untuk mengubur mayat)
  • Punden berundak (bangunan bertingkat-tingkat untuk pemujaan)
  • Arca (perwujudan subjek pemujaan berupa manusia atau hewan)
  • Waruga (kubur batu berbentuk kubus tempat menyimpan mayat)

Jadi: Perubahan pola hidup mengembara dan berpindah-pindah (nomaden) menjadi menetap (sedenter) terjadi pada masa….C (2) Batu madya dan (4) Batu muda

Pada zaman batu madya (Mesolitikum) manusia purba tinggal di gua gua karang (abris souche roche) sedangkan pada zaman batu muda (Neolitikum) manusia purba membuat rumah panggung.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *