Fosil manusia purba

manusia purba
Fosil manusia purba yang pernah ditemukan di Indonesia dan diperkirakan sezaman dengan Sinathropus Pekinensis yang ditemukan di Cina adalah jenis….
(A) Homo Soloensis
(B) Homo Wajakkensis
(C) Pithecanthropus Erectus
(D) Pithecanthropus Robustus
(E) Meganthropus Paleojavanicus

Pembahasan:
  • Homo Soloensis. Hampir bersamaan dengan penemuan Meganthropus palaeojavanicus, Von Koenigswald menemukan pula sebuah tengkorak manusia yang memiliki volume otak lebih besar dari manusia-manusia jenis Pithecanthropus. Struktur tengkorak manusia ini tidak mirip dengan kera. Karena itu, fosil ini diberi nama Homo soloensisyang artinya manusia dari Solo.
  • Homo Wajakensis. Fosil tengkorak manusia yang mirip dengan penemuan Von Koenigswald pernah pula ditemukan sebelumnya oleh seorang penambang batu marmer bernama B.D. Von Rietschotten pada tahun 1889. Fosil tersebut kemudian diteliti oleh Eugene Dubois dan diberi nama Homo wajakensis, artinya manusia dari Wajak.
  • Pithecanthropus Erectus. Sebelum Von Koenigswald menemukan Meganthropus palaeojavanicus, seorang ahli antropologi lain yang bernama Eugene Dubois berhasil menemukan sebuah tengkorak di Desa Trinil, tepi Bengawan Solo pada tahun 1891. Penelitian menunjukkan bahwa tengkorak tersebut berasal dari masa sekitar 23 juta–30.000 tahun yang lalu. Fosil tersebut menunjukkan bahwa pemilik tengkorak tersebut berwajah bulat mirip kera dan berjalan tegak. Karena itu, fosil manusia ini dinamakan Pithecanthropus erectusyang berarti menusia kera yang berjalan tegak
  • Pithecanthropus robustus ditemukan oleh para ahli purbakala Duyfjes yang bernama Tjokrohandoyo, ia menemukan fosil tengkorak anak – anak di daerah kepuh klagen tepatnya didaerah mojokerto yang ditemukan pada lapisan bawah atau lapisan pucangan yang kemudian di beri nama fosil Pithecanthropus mojoketensis atau di sebut juga pithecanthropus robustus
  • Meganthropus Palaeojavanicus. Pada tahun 1937, seorang ahli antropologi Belanda bernama G.H.R. Von Koenigswald menemukan sebuah tulang rahang dan gigi manusia di daerah Sangiran, tepi Bengawan Solo. Berdasarkan penelitian, rahang manusia tersebut berasal dari masa sekitar 2–3 juta tahun yang lalu. Tulang rahang yang besar dan kuat menunjukkan bahwa pemilik rahang tersebut adalah seorang manusia bertubuh besar dan tegap. Karena itu, fosil manusia ini dinamakan Meganthropus palaeojavanicus yang berarti manusia besar dari zaman Batu di Jawa. Meganthropus palaeojavanicus adalah fosil manusia tertua yang pernah ditemukan di Indonesia
Jadi:

Fosil manusia purba yang pernah ditemukan di Indonesia dan diperkirakan sezaman dengan Sinathropus Pekinensis yang ditemukan di Cina adalah jenis…. (C) Pithecanthropus Erectus

  • Sinanthropus Pekinensis. Fosil ini ditemukan oleh Prof. Devidson Black pada tahun 1927 di gua-gua dekat Chou- Kou- Tien. Dari temuan fosil tersebut menunjukkan adanya persamaan dengan Pithecanthropus Erectus.

Materi tentang Manusia Purba di Indonesia klik DI SINI

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *