Susunan Acara Proklamasi Kemerdekaan

pembacaan teks proklamasiProklamasi tanggal 17 Agustus merupakan peristiwa besar dalam sejarah Indonesia. Indonesia muncul menjadi salah satu negara yang merdeka. Proklamasi dibacakan pada hari jumat tanggal 9 Ramadhan, berdasarkan penanggalan Islam. Proklamasi kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Perubahan kekuasaan yang begitu cepat membuat persiapan kemerdekaan dilakukan dengan cara seksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya, seperti yang tertulis dalam teks proklamasi. Gambaran singkatnya proklamasi kemerdekaan dapat dilihat dalam prosesi proklamasi.

Proklamasi dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945. Susunan Acaranya seperti berikut:

  1. Pidato Soekarno sekaligus pembcaan teks proklamasi
  2. Pengibaran bendera merah putih
  3. Sambutan-sambutan

Sejak pagi hari, sudah banyak orang berdatangan di rumah Sukarno di Jl. Pegangsaan Timur No. 56. Tokoh-tokoh yang sudah hadir, antara lain Mr. A. A. Maramis, dr. Buntaran Martoatmojo, Mr. Latuharhary, Abikusno Cokrosuyoso, Otto Iskandardinata, Ki Hajar Dewantoro, Sam Ratulangi, Sartono, Sayuti Melik, Pandu Kartawiguna, M. Tabrani, dr. Muwardi, Ny. SK. Trimurti, dan AG. Pringgodigdo. Diperkirakan yang hadir pada pagi itu seluruhnya ada 1.000 orang.

Upacara proklamasi kemerdekaan dilakukan tanpa protocol. Proklamasi kemerdekaan Indonesia dilakukan pukul 10.00 oleh Soekarno di damping oleh Hatta. Sebelum membacakan teks proklamasi, Soekarno berpidato:

Saudara-saudara sekalian, saya telah meminta saudara-saudara hadir di sini untuk menyaksikan suatu peristiwa maha penting dalam sejarah bangsa kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan itu ada naiknya dan turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju kea rah cita-cita. Juga di dalam zaman Jepang usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak ada henti-hentinya.

Di dalam zaman Jepang ini, tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka, tetapi pada hakikatnya kita tetap menyusun tenaga kita sendiri, tetapi kita percaya pada kekuatan sendiri. sekarang tibalah saatnya kita benar benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air kita dalam tangan kita sendiri.

Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangannya sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya. Maka kami tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka- pemuka rakyat Indonesia. Permusyawaratan itu telah seiya sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang waktunya untuk menyatakan kemerdekaan kita. Saudara-saudara, dengan ini kami menyatakan tekad itu.

Dengarlah proklamasi kami:

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya

Jakarta 17 bulan 8 tahun 45

Atas nama bangsa Indonesia

Seokarno-Hatta

Demikian saudara-saudara, kita sekarang telah merdeka. Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita. Mulai saat ini kita menyusun negara kita. Negara merdeka negara Republik Indonesia merdeka, kekal dan abadi, insya Allah Tuhan memberkati untuk itu.

pengibaran bendera merah putih pertamaKemudian Upacara dilanjutkan dengan pengibaran bendera merah putih yang dijahit oleh . Pengibar bendera adalah A.G Pringgodigdo dan S. Suhud. Hadirin yang datang secara bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia raya. Acara terakhir kemudian sambutan dari Walikota Jakarta yaitu Suwiryo kemudian dilanjutkan oleh sambutanĀ  dr Moewardi sebagai pimpinan pemuda. Sekitar jam 11.00, upacara Proklamasi kemerdekaan Indonesia sudah selesai.

Baca Juga

Perumusan teks Proklamasi

Perbedan teks proklamasi yang klad dan autentik

Tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Proklamasi

Peristiwa Proklamasi

Penyebaran berita Proklamasi

Dukungan terhadap proklamasi

Kronologi proklamasi

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *