Pembentukan Kabinet Pembangunan pada Orde Baru.

soeharto-mudaPasca mendapatkan surat sakti “Supersemar” kemudian Soeharto membubarkan kabinet Dwikora. Selanjutnya kabinet awal pada masa peralihan kekuasaan (28 Juli 1966) yang dibentuk adalah Kabinet AMPERA dengan tugas yang dikenal dengan nama Dwi Darma Kabinet Ampera yaitu untuk menciptakan stabilitas politik dan ekonomi sebagai persyaratan untuk melaksanakan pembangunan nasional. Program Kabinet AMPERA yang disebut Catur Karya Kabinet AMPERA adalah sebagai berikut:

  1. Memperbaiki kehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan.
  2. Melaksanakan pemilihan Umum dalam batas waktu yakni 5 Juli 1968.
  3. Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif untuk kepentingan nasional.
  4. Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya.

Tidak semua dari catur karya bisa terwujud, salah satunya adalah mengadakan Pemilu tahun 1968. Orde Baru melaksanakan Pemilu untuk pertama kalinya yakni pada tahun 1971, atau sekitar 5 tahun lebih dari batas waktu yang sudah ditentukan. Pembentukan kabinet Ampera ini menandakan bahwa kekuatan Soekarno sudah mulai merosot dan digantikan oleh Soeharto.

Kemudian berdasarkan sidang istimewa MPRS tahun 1968, MPRS menolak pidato Nawaksara dari presiden Soekarno. Hasil sidah juga menetapkan Suharto sebagai presiden untuk masa jabatan 5 tahun maka dibentuklah kabinet yang baru dengan nama Kabinet Pembangunan dengan tugasnya yang disebut dengan Pancakrida, yang meliputi :

  1. Penciptaan stabilitas politik dan ekonomi.
  2. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Pembangunan Lima Tahun Tahap pertama.
  3. Pelaksanaan Pemilihan Umum.
  4. Pengikisan habis sisa-sisa Gerakan 30 September.
  5. Pembersihan aparatur negara di pusat pemerintahan dan daerah dari pengaruh PKI.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *